ANALISIS PENILAIAN POTENSI KERUGIAN LAHAN SAWAH BERBASIS BIDANG LAHAN DI WILAYAH RAWAN LONGSORLAHAN SUB DAS BOMPON KABUPATEN MAGELANG
ARDHI ARNANTO, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Si.; Dr. Dyah R. Hizbaron, M.T., M.Sc.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANPeningkatan kejadian bencana dalam sepuluh tahun terakhir memberikan peringatan kepada semua pemangku kepentingan akan potensi bahaya. Potensi risiko terhadap aset-aset lahan yang disebabkan oleh dampak bencana membutuhkan ketersediaan informasi dan kajian detail. Kajian skala detail berbasis bidang lahan masih jarang dilakukan dalam ilmu kebencanaan. Penelitian dalam skala detail membutuhkan lokasi kajian yang mempunyai lingkup kecil, namun mempunyai penggunaan lahan sawah, kondisi topografi, dan tipe longsorlahan yang beragam. Hal ini yang mendasari lokasi penelitian dilakukan di wilayah sub DAS Bompon Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan (1) memetakan penggunaan lahan sawah berbasis bidang lahan, (2) mengidentifikasi penggunaan lahan sawah yang terdapat di wilayah rawan longsorlahan, dan (3) menganalisis potensi kerugian lahan sawah yang terdapat di wilayah rawan bencana longsorlahan. Kajian dikhususkan pada lahan sawah sebagai salahsatu elemen berisiko yang ada di wilayah Sub DAS Bompon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Adapun data yang dipergunakan adalah foto udara format kecil yang kemudian diikuti dengan pengumpulan data bidang lahan dan aset tanaman padi melalui wawancara kepada responden. Analisis perhitungan nilai aset menggunakan pendekatan nilai pasar untuk nilai lahan sawah dan pendekatan biaya untuk nilai aset tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemetaan penggunaan lahan skala 1:10.000 dengan menggunakan foto udara format kecil dan hasil pemetaan penggunaan lahan sawah berbasis bidang lahan layak digunakan untuk analisis identifikasi penggunaan lahan sawah dan potensi kerugian lahan sawah di wilayah rawan bencana longsorlahan, (2) Terdapat 936 bidang lahan berupa sawah di lokasi penelitian. Mayoritas bidang lahan terletak dikawasan tidak rawan, adapun bidang lahan sawah yang terdapat di kawasan rawan longsor sedang dan tinggi terdapat pada bentuk lahan dataran koluvial yang dekat dengan lereng bawah perbukitan, (3) Penilaian aset lahan sawah dengan pendekatan indikasi nilai pasar (zona nilai lahan) mengindikasikan bahwa nilai aset yang berpotensi terdampak bencana longsorlahan sebesar lebih dari 14 milyar rupiah. Nilai ini cukup besar untuk wilayah dengan luasan yang relatif kecil.
The increased disaster events in the past ten years has given all stakeholders a warning of potential hazards. Potential risk to land assets due to disaster requires the availability of detail information and research. Detailed field-based scale studies are still rarely performed in disaster science. A detailed-scale study requires a small area, but has many variations of landuse, topography and landslide types. This criterias meet the study area of Bompon Watershed which is located in Magelang District. This study aims to (1) map land use paddy fields based on land parcels, (2) identify paddy fields in landslide prone areas, and (3) analyze potential loss of paddy fields in landslide prone areas. The study is devoted to paddy fields as elements of risk in Bompon Watershed. The research method used in this study is quantitave research. The data used is a series of small format aerial photos which is then followed by data collection of land parcels and rice plant assets obtained through a series of interviews to respondents. Analysis of calculation of asset values using the market value approach for the value of paddy fields and the cost approach for the value of rice plant assets. The results showed that: (1) Mapping of land-based paddy fields with a scale of 1:10.000 can be done using a small format aerial photography and the results of paddy land use mapping are suitable to be applied in the analysis of identificarion of land use and the potential loss of paddy field in the landslide prone areas, (2) There are 936 land parcels of paddy fields at the study site. The majority of land parcels are located in areas that are not prone to, as for parcels in medium and hight landslide prone areas found in collovial landforms close to the lower slopes of hills, (3) Valuation of paddy land assets using a market values using a market value indication approach (land value zone) indicates that the value of assests potentially affected by landslides is more than 14 billion rupiah. This value is large enough for a relatively small area.
Kata Kunci : Bidang Lahan, Sawah, Potensi Kerugian, Rawan Longsorlahan