ANALISIS KESEJAHTERAAN RUMAHTANGGA PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) PURNA DI KABUPATEN MAGELANG (Kasus: Desa Banaran dan Desa Sirahan)
RIYAN ALAJI, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.;Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si, M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFIPembangunan suatu wilayah sangat ditopang oleh kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki. Sumberdaya manusia yang melimpah secara kuantitas memberikan keunggulan tersendiri bagi suatu wilayah perihal ketersediaan tenaga kerja, namun yang terjadi di negara berkembang kecenderungan jumlah tenaga kerja yang melimpah ini tidak diimbangi dengan kualitas yang memadai, sehingga mereka sulit bersaing untuk memperoleh pekerjaan di negaranya. Bekerja di luar negeri sebagai buruh migran internasional menjadi salah satu alternatif yang dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Kabupaten Magelang menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Jawa Tengah yang sebagian warganya memilih bekerja ke luar negeri, khususnya yang berasal dari Desa Banaran dan Desa Sirahan. Penghasilan besar menjadi buruh migran memberikan dampak positif terhadap mudahnya pemenuhan kebutuhan rumahtangga mereka, namun perilaku konsumtif yang masih dialami sebagian PMI purna mengakibatkan penghasilan selama mereka bekerja diluar negeri belum mampu meningkatkan taraf kesejaheraan rumahtangga mereka. Tujuan penelitian: 1. Menganalisis tingkat kesejahteraan rumahtangga PMI purna di Desa Banaran dan Desa Sirahan; 2. Mengkaji strategi peningkatan kesejahteraan yang dilakukan rumahtangga PMI purna di Desa Banaran dan Desa Sirahan. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan indepth interview. Teknik analisis data menggunakan analisis skoring dan analisis model interaktif. Secara umum tingkat kesejahteraan rumahtangga PMI purna di Desa Banaran dan Desa Sirahan masih didominasi oleh rumahtangga PMI purna belum sejahtera, dimana persentase rumahtangga PMI purna belum sejahtera Desa Banaran sebesar 55,75% dan persentase rumahtangga PMI purna belum sejahtera sebesar 60,19%. Strategi peningkatan kesejahteraan yang dilakukan rumahtangga PMI purna belum sejahtera Desa Sirahan adalah survival dengan sub-strategi kompensasi, sedangkan strategi peningkatan kesejahteraan yang dilakukan rumahtangga PMI purna belum sejahtera Desa Banaran adalah survival dengan sub-strategi kompensasi dan diversifikasi. Strategi peningkatan kesejahteraan yang dilakukan rumahtangga PMI purna sejahtera Desa Sirahan adalah konsolidasi dengan sub-strategi migrasi dan wirausaha, sedangkan strategi peningkatan kesejahteraan yang dilakukan rumahtangga PMI purna sejahtera Desa Banaran adalah konsolidasi dengan sub-strategi diversifikasi dan wirausaha.
Development of an area is strongly supported by the ability of human resources owned. Abundant human resources in quantity give their own advantages for a region regarding the availability of labor, but what happens in developing countries is the tendency of an abundant workforce is not balanced with adequate quality, so they find it difficult to compete for jobs in their country. Working abroad as an international migrant worker is an alternative to overcome this condition. Magelang District is one of the regions in Central Java Regency where some of its residents choose to work abroad, especially those from Banaran and Sirahan Villages. The large income from being a migrant worker has a positive impact on the ease of meeting their household needs, but the consumptive behavior that some PMI have experienced after retirement causes their income while working abroad has not been able to improve the welfare of their households. Research objectives: 1. Analyzing the level of welfare of ex-PMI household in Banaran Village and Sirahan Village; 2. Reviewing welfare improvement strategies undertaken by ex-PMI households in Banaran and Sirahan villages. This research method uses a survey method with a qualitative approach. Data collection techniques using questionnaires, observation and in-depth interviews. Data analysis techniques using scoring analysis and interactive model analysis. In general, the level of welfare of PMI full after households in Banaran and Sirahan villages is still dominated by PMI full aftermath, where the percentage of PMI full aftermath households is Banaran Village by 55.75% and the percentage of PMI full aftermath households is 60.19%. The welfare improvement strategy undertaken by the ex-PMI non-prosperous households in Sirahan Village is survival with sub-strategy compensation, while the welfare improvement strategy undertaken by the ex-PMI non-prosperous households in Banaran Village is survival with sub-strategy compensation and diversification. The welfare improvement strategy undertaken by ex-PMI prosperous households in Sirahan Village is consolidation with sub-strategy migration and entrepreneurship, while the strategy to improve welfare by ex-PMI prosperous households in Banaran Village is consolidation with sub-strategy diversification and entrepreneurship.
Kata Kunci : PMI purna, tingkat kesejahteraan, strategi peningkatan kesejahteraan