MITIGATING INTOLERANCE IN SENIOR HIGH SCHOOLS IN YOGYAKARTA THROUGH ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION
ANIEK HANDAJANI, Prof. Noorhaidi Hasan, M.A. M.Phill., Ph.D.
2019 | Disertasi | DOKTOR INTER-RELIGIOUS STUDIESBeberapa studi menunjukkan bahwa gerakan Islamisme telah melebarkan pengaruhnya di kalangan pelajar sekolah menengah atas dan mengungkap adanya peningkatan intoleransi di kalangan guru dan siswa. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, maka sangatlah penting untuk memitigasi intoleransi karena intoleransi merupakan faktor kunci yang dapat memicu radikalisme dan terorisme. Penelitian ini meneliti kecenderungan intoleransi, radikalisme dan terorisme siswa SMA di tahun 2017-2018. Dengan demikian akan terungkap apakah ada perubahan kecenderungan intoleransi dikalangan siswa SMA. Dengan memakai metoda gabungan untuk menjawab pertanyaan penelitian, studi ini dilakukan di tiga SMA Negeri di Yogyakarta. Studi ini difokuskan untuk menganalisa kecenderungan intoleransi di kalangan siswa SMA dan program deradikalisasi untuk mengeksplorasi strategi yang diterapkan sekolah dalam rangka memitigasi intoleransi melalui Pendidikan Agama Islam. Studi ini mengungkapkan bahwa kecenderungan intoleransi sekolah SMA di Yogyakarta di tahun pelajaran 2017-2018 menunjukkan penurunan secara signifikan. Studi survei menemukan bahwa 1 % siswa SMA memiliki tingkat toleransi rendah. Sedangkan 72% siswa memiliki tingkat toleransi cukup tinggi dan 27 % siswa mempunyai tingkat toleransi tinggi. Lebih lanjut studi ini mengungkapkan adanya pergeseran kecenderungan intoleransi siswa SMA di Yogyakarta di tahun akademik 2017-2018. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa faktor yang menyebabkan pergeseran kecenderungan intoleransi antara lain. Pertama, para pemangku kebijakan sekolah merumuskan visi sekolah yang mendukung toleransi beragama di sekolah publik. Kedua, pimpinan sekolah yang mendukung pluralisme dan toleransi di lingkungan sekolah. Tiga, pemerintah dan para pemimpin sekolah menyelenggarakan pelatihan bagi para guru untuk melawan ideologi radikal. Keempat, kebijakan/ peraturan sekolah yang mendukung toleransi. Kelima, kegiatan-kegiatan siswa, terutama kegiatan agama Islam (Rohis), mengakomodasi keberagaman dan toleransi terhadap perbedaan agama, suku dan budaya. Keenam, kerjasama antara orang tua dan para guru untuk mengawasi siswa mengenai buku bacaan dan materi yang diunduh dari internet yang mengandung doktrin radikal. Ketujuh, melibatkan organisasi Islam mainstream untuk menghadapi penyebaran ideologi radikal dan memitigasi intoleransi di sekolah publik.
Several researches show that Islamist movements have penetrated senior high schools and reveal the presence of intolerance and Islamist attitudes strengthened among teachers and students. Based on these studies, it is crucial to mitigate intolerance since it is the key factor that triggers radicalism and terrorism. Thereby, this study examines the tendency of intolerance, radicalism and terrorism of senior high students in 2017 - 2018. In doing so, it will reveal whether or not there is a shift in the tendency of intolerance among senior high students. By implementing a mix research to answer the research questions, this study is conducted in three state senior high schools in Yogyakarta. This study focuses on analyzing intolerance tendency among senior high students and de-radicalization program to explore strategies implemented by schools to mitigate intolerance through Islamic Religious Education. This research reveals that intolerance tendency among public high schools in Yogyakarta in 2017-2018 has decreased significantly. This survey reveals that 1% students have low level of tolerance. Whereas, 72% students have quite high level of tolerance and 27 % students have high level of tolerance. Moreover, this study reveals that senior high students in Yogyakarta are not vulnerable to radicalism and terrorism. In addition, there is a shift in intolerance tendency of senior high students in Yogyakarta in the Academic Year 2017-2018. Based on research findings, some factors that cause the shift of intolerance tendency are: 1) stakeholders formulate school vision which endorse religious tolerance in public schools; 2) school policies that support pluralism and tolerance in the school environment; 3) government and leaders conduct training for teachers to counter radical ideology ; 4) school policies that promote tolerance; 5) student activities, particularly Islamic religious activities, which accommodate pluralism and endorse tolerance towards different religions, ethnics and cultures; 6) parents cooperate with teachers to supervise books and materials from the internet that contain radical doctrines 7) involving Islamic mainstream organizations in countering radical ideology and mitigating intolerance in public schools.
Kata Kunci : mitigasi, intoleransi, pendidikan agama, ideologi radikal, strategi, mitigate, intolerance, religious education, radical ideology, strategy