Analisis Respon Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Terhadap Kejutan Anggaran Pemerintah dan Variabel-Variabel Ekonomi Makro
ARIZ APRILIA, Prof. Insukindro, M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIIndonesia merupakan salah satu negara berkembang di Asia Tenggara yang perekonomiannya diliputi oleh defisit neraca transaksi berjalan yang cukup besar dan berfluktuatif. Adanya defisit neraca transaksi berjalan yang besar dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi ekonomi makro Indonesia jangka panjang. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon neraca transaksi berjalan Indonesia tahun 2000Q1-2018Q4 terhadap kejutan yang disebabkan oleh anggaran pemerintah, inflasi, suku bunga pasar uang antar bank (PUAB), dan nilai tukar. Hasil analisis IRF (Impulse Response Function) dengan metode SVAR (Structural Vector Autoregression) menunjukkan bahwa neraca transaksi berjalan umumnya merespon negatif kejutan yang ditimbulkan oleh anggaran pemerintah, inflasi, suku bunga PUAB, dan nilai tukar. Selain itu, dari hasil analisis VD (Variance Decomposition) menunjukkan bahwa respon terbesar hingga terkecil dari neraca transaksi berjalan yaitu secara berturut-turut disebabkan oleh kejutan nilai tukar, kejutan suku bunga PUAB, kejutan anggaran pemerintah, dan kejutan inflasi. Dari rangkaian hasil analisis tersebut, dapat dinyatakan bahwa variabel-variabel ekonomi makro terbukti mampu menerangkan variasi determinasi neraca transaksi berjalan Indonesia tahun 2000Q1-2018Q4.
Indonesia is a developing country in Southeast Asia whose economy is covered by a large and fluctuating current account deficit. It is feared that a large current account deficit will worsen Indonesia's long-term macroeconomic conditions. Based on this background, this study aims to analyze the response of Indonesia's current account balance in 2000Q1-2018Q4 to shock caused by government budget, inflation, interbank money market interest rates (PUAB), and exchange rates. The results of the IRF (Impulse Response Function) analysis using the SVAR (Structural Vector Autoregression) method show that the current account balance generally responds negatively to shocks caused by government budget, inflation, interbank money market interest rates (PUAB) and exchange rates. In addition, the results of the VD (Variance Decomposition) analysis showed that the largest to the smallest response to the current account balance was successively caused by exchange rate shock, interbank money market interest rates (PUAB) shock, government budget shock, and inflation shock. From the series of results of this analysis, it can be stated that macroeconomic variables are proven capable of explaining the variation in the determination of the current account balance in Indonesia in 2000Q1-2018Q4.
Kata Kunci : neraca transaksi berjalan, anggaran pemerintah, variabel ekonomi makro, structural vector autoregression