Laporkan Masalah

BUKAN GAY: POLITIK IDENTITAS LAKI SUKA LAKI (LSL) DI KOTA SURABAYA

YASINTA FATMAWATI, Dr. Suzie Handajani, M.A.

2019 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGI

Tesis ini membahas tentang politik identitas seksual Laki Suka Laki (LSL) di Surabaya yang tidak mau mengidentifikasikan dirinya sebagai gay walaupun memiliki hubungan romantis dan seksual dengan laki-laki. Identitas seksual bukan saja berhubungan dengan masalah ketertarikan seksual seseorang dalam memilih pasangan seksualnya, namun juga menyangkut tentang sikap politis sosial seseorang. Dalam tesis ini akan dibahas alasan mengapa LSL di Surabaya yang merupakan kota yang terkenal dengan toleransinya terhadap keragaman seksualitas namun banyak para LSL yang memutuskan untuk tidak memilih gay sebagai identitas seksual mereka dalam sudut pandang subjektivitas mereka sebagai seorang LSL. Tesis ini menggunakan teori queer dalam melakukan analisa. Teori ini dinilai tepat untuk digunakan dalam melihat identitas LSL yang dalam posisi tidak tetap ini. hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Annamarie Jagose bahwa identitas seksual merupakan sesuatu yang muncul dari kategori ketertarikan seksual, yang muncul dari adanya kekuasaan dan politik, munculnya identits seksual di luar kategori seksual diluar heteroseksual yang merupakan kategori tradisional dasar merupaka efek tidak berkesinambungan dari kategori kultural yang ada. Penelitian ini dilakukan di kota Surabaya sebagai lokasi utama penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode queer etnografi. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deep hanging out. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kehidupan para LSL sebagaimana ditunjukkan bersifat dinamis. Hidup bagi mereka merupakan suatu proses yang dijalani secara mengalir dan terbuka. Pola kehidupan yang dijalankan oleh LSL dalam kerangka masa depan yang dipersepsikan. LSL menyadari tentang pilihan yang mereka ambil dengan segala pertimbangan yang mereka miliki, kehidupan sebagai heteroseksual merupakan pilihan yang mereka sadari bahkan mereka negosiasikan dengan pasangan homoseksualnya. Seksualitas bagi para LSL adalah sesuatu yang sangat cair dan dapat berubah dengan berjalannya waktu dan heteroseksual dipandang sebagai suatu hubungan yang terbaik, sedangkan homoseksualitas dipandang sebagai suatu jalan menuju keadaan tersebut.

This thesis discusses the politics of sexual identity of Men who have Sex with Men (MSM) or in bahasa we can use Laki Suka Laki (LSL), in Surabaya who do not want to identify themselves as gay despite having romantic and sexual relationships with men. Sexual identity is not only related to the issue of a person's sexual attraction in choosing a sexual partner, but also concerns about one's social political attitudes. This thesis will discuss the reasons why LSL in Surabaya, which is a city famous for its tolerance of diversity in sexuality, but many LSL decide not to choose gays as their sexual identity in terms of their subjectivity as LSL. This thesis uses Queer theory in analyzing. This theory is considered appropriate to be used in seeing the identity of LSL who are in this non-permanent position. This is as said by Annamarie Jagose that sexual identity is something that arises from the category of sexual attraction, which arises from the presence of power and politics, the emergence of sexual identity outside sexual categories outside of heterosexuals which are the basic traditional categories are the unsustainable effects of cultural categories which exist. This research was conducted in the city of Surabaya as the main research location. The method used in this study is the ethnographic queer method. Data collection techniques used in this study are deep hanging out. Based on the research conducted it was found that the lives of LSL as shown were dynamic. Life for them is a process that is lived in a flowing and open. The pattern of life is carried out by LSL in the framework of the perceived future. LSL are aware of the choices they make with all the considerations they have, life as heterosexual is a choice that they realize they even negotiate with their homosexual partners. Sexuality for LSL is very fluid and can change over time and heterosexuals are seen as the best relationship, while homosexuality is seen as a path to that state.

Kata Kunci : seksualitas, identita seksual, queer, politik identitas, subjektivitas

  1. S2-2019-419221-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419221-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419221-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419221-title.pdf