AIRLINES JOINT VENTURE IN THE DOMESTIC MARKET: A STUDY OF GARUDA INDONESIA GROUP AND SRIWIJAYA AIR GROUP
CHRISTOPHER RICHIE R, Tarsisius Hani Handoko, M.B.A, Ph.D
2019 | Tesis | Magister ManajemenTransportasi udara telah menjadi salah satu tulang punggung konektivitas antar wilayah di Indonesia sejak 1949. Pasar maskapai penerbangan Indonesia adalah salah satu pasar domestik terbesar di Asia dan memiliki potensi besar di masa depan. Hal ini tercermin dari peningkatan pengguna layanan transportasi udara dari tahun ke tahun. Pada 2017 pengguna layanan penerbangan domestik di Indonesia hampir menyentuh 100 juta pengguna atau lebih dari 35% dari total populasi. Namun, ada peningkatan tinggi dalam jumlah penumpang, banyak maskapai berjuang untuk mempertahankan bisnis mereka. Pada bulan November 2018, Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya Citilink memutuskan untuk mengambil alih manajemen Grup Sriwijaya. Joint venture ini dimaksudkan untuk membantu grup Sriwijaya Air meningkatkan kinerja operasional dan keuangannya. Melalui kolaborasi ini, Garuda Indonesia Group berharap untuk mengambil alih dominasi Lion Air di pasar domestik. Penelitian ini akan melakukan analisis potensi joint venture antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group dalam meningkatkan kinerja mereka. Peneliti akan melakukan penelitian berdasarkan merger dan akuisisi industri penerbangan sebelumnya untuk menentukan potensi dan dampak merger dan akuisisi terhadap kinerja maskapai. Studi saat ini juga akan menggarisbawahi peluang dan tantangan operasi kolaboratif yang dilakukan. Pada akhirnya, peneliti akan memberikan saran strategis bagi Garuda Indonesia Group untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Air transportation has been one of the backbones of inter-regional connectivity in Indonesia since 1949. Indonesian airline market is one of the largest domestic markets in Asia and has great potential in the future. This is reflected in the increase in users of air transportation services from year to year. In 2017 users of domestic flight services in Indonesia almost touched 100 million users or more than 35% of the total population. However there was a high increase in number passenger, many airlines were struggling to maintain their business. In November 2018, Garuda Indonesia through its subsidiary Citilink decided to take over management of Sriwijaya Group. This joint venture is intended to help the Sriwijaya Air group improve its operational and financial performance. Through this collaboration, Garuda Indonesia Group hopes to take over the dominance of Lion Air in the domestic market. This research will conduct an analysis of the potential for a joint venture between the Garuda Indonesia Group and Sriwijaya Group in improving their performance. Researchers will conduct research based on previous airline industry mergers and acquisitions to determine the potential and impact of joint venture on Garuda Indonesia Group and Sriwijaya Air Group performance. The current study will also underline the opportunities and challenges of collaborative operations carried out. In the end, the researcher will provide strategic advice for Garuda Indonesia Group to improve company performance.
Kata Kunci : Airlines Joint Venture, Airlines Merger & Acquisition, Airlines Industry, Joint Venture Strategy, Garuda Indonesia Group, Sriwijaya Air Group