FEMALE VILLAIN DALAM NOVEL-NOVEL DYSTOPIAN KONTEMPORER: SEBUAH KAJIAN FEMINISME
WINDA ROSITA DEWI, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.
2019 | Tesis | MAGISTER SASTRAINTISARI Topik mengenai female villain menarik untuk diteliti karena masih jarang dilakukan, terlebih yang berhubungan dengan dunia dystopian yang sedang populer saat ini. Dua karakter female villain yang bernama Chief Elder dalam novel The Giver dan Jeanine Matthews dalam novel Divergent merupakan gabungan antara keduanya. Keduanya merupakan female villain dari komunitas dystopian yang berasal dari dua novel yang berbeda dengan waktu terbit terpaut hampir dua dekade. Penggambaran female villain dalam kedua novel memiliki berbagai kesamaan seperti bagaimana perempuan digambarkan memiliki kecerdasan dan kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin komunitas. Meskipun demikian, ada kontradiksi yang dimunculkan yaitu kepemimpinan perempuan yang ternyata masih membawa kekacauan pada komunitas yang dipimpinnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan digambarkan sebagai female villain dalam kedua novel tersebut serta apa agenda pengarang dalam menggambarkan perempuan demikian. Teori yang digunakan adalah monstrous women dari Rosi Braidotti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) penggambaran female villain yang ada pada kedua novel adalah sebagai mothers dan monsters. Kedua karakter digambarkan sebagai mother, dalam hal ini mother of society atau pemimpin komunitas. Mereka memiliki karakter yang cerdas, tegas, dan mandiri. Mereka terpilih menjadi pemimpin karena memiliki kualifikasi yang sesuai. Sedangkan, penggambaran sebagai monster menunjukkan bagaimana efek dari kepemimpinan kedua karakter tersebut bagi komunitasnya yang ternyata menimbulkan kekacauan dan kesenjangan. (2) Agenda pengarang dalam menggambarkan perempuan sebagai female villain yaitu untuk meningkatkan kekuasaan perempuan yang digambarkan dapat menjadi pemimpin dengan cara meruntuhkan berbagai stereotip yang selama ini dilekatkan pada perempuan. Meskipun demikian, ada kontradiksi yang muncul yaitu adanya aspek misoginisme yang dihadirkan. Kekacauan yang ditimbulkan oleh pemimpin perempuan menjadi sebuah kritik dari pengarang yang menunjukkan bahwa meskipun perempuan sudah dianggap mampu untuk memimpin, tetapi posisi mereka sebagai pemimpin masih belum dianggap setara dengan laki-laki. Hal ini juga dapat menjadi sebuah tanda bahwa perjuangan perempuan dalam mendapatkan kesetaraan dalam segala bidang masih perlu dilakukan.
ABSTRACT The topic of female villain is interesting to be analyzed because it is still rare, especially that connects to dystopian society which is quite popular nowadays. The two characters namely Chief Elder from The Giver and Jeanine Matthews from Divergent are the combination of those two. They are the female villains from the dystopian community that come from two different novels which are published with time of publication distance is around two decades. The delineation of female villain in these two novels has some similarities such as how women are portrayed to have intelligence and independency, also the ability to lead a community. Nevertheless, there is a contradiction which is emerged that women leadership actually still brings chaos to the community in which they are led. This qualitative research aims to find out how women are portrayed as female villain in those novels and what are the agendas of the author in portraying women as such. The theory used is monstrous women by Rosi Braidotti. The method used in this research is descriptive-analytic. The results of this research are (1) the delineation of female villain in the novels is as mothers and monsters. Both of the characters are portrayed as mother, in this case is as mother of the society or the community leaders. They have smart, firm, and independent personalities. They are chosen to be leaders because they have the appropriate qualifications. Meanwhile, the portrayal as monsters shows how is the effect of leadership from the two characters to the community which turns out to cause chaos and imbalance. (2) The agendas of the authors in portraying women as female villain is to raise the women power which is portrayed as leaders by pulling down the stereotypes that are attached to women all this time. Nonetheless, there is a contradiction emerged viz. the misogynist aspect that is existed. The chaos which is caused by women leaders becomes a critique from the authors which shows that even though women have reputed to be able to lead, but their position as leaders is still not yet considered to be equal to men. It also can be a sign that women struggle in getting equality in all aspects is still needed to be done.
Kata Kunci : female villain, monstrous women, pemimpin perempuan