PERSEPSI DAN ASPIRASI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI KAWASAN PEYANGGA SUAKA MARGASATWA PALIYAN
ASTRIED CANTIKA HERDINA, Dr.Hero Marhaento, S.Hut., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 KEHUTANANKelestarian Suaka Margasatwa Paliyan dipengaruhi oleh perkembangan perilaku sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitarnya. Adanya konflik antara masyarakat di Kawasan Penyangga Suaka Margasatwa Paliyan dengan monyet ekor panjang dapat menghambat keberhasilan pengelolaan. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangduwet dan Desa Monggol yang merupakan Kawasan Penyangga Suaka Margasatwa Paliyan yang sering terjadi konflik dengan monyet ekor panjang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi tipe dan karakteristik konflik antara masayarakat dengan monyet ekor panjang, (2) mengidentifikasi persepsi dan aspirasi masyarakat terhadap konflik dengan monyet ekor panjang, (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi dan aspirasi masyarakat di Desa Monggol dan Desa Karangduwet. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei wawancara terhadap 120 responden. Responden dipilih dengan metode Stratified random sampling. Data hasil wawancara kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tipe konflik yang terjadi di Desa Monggol dan Desa Karangduwet adalah perusakan ladang dan serangan fisik. Pola serangan monyet ekor panjang dilakukan secara berkelompok dimana satu kelompok mencapai ratusan ekor dengan waktu serangan sepanjang hari. Persepsi di Desa Karangduwet dan Desa Monggol adalah negatif dimana monyet ekor panjang dianggap 24% meresahkan, 66% merugikan dan 7% mengganggu. Aspirasi masyarakat di kedua desa relatif sama dimana sebanyak 52% diharapkan monyet ekor panjang tidak mengganggu ladang mereka lagi sehingga kehidupan petani menjadi sejahtera dan aman. Faktor yang mempengaruhi persepsi di Desa Karangduwet dan Desa Monggol adalah tingkat pendidikan dimana sebanyak 19% responden dengan pendidikan tinggi memiliki persepsi positif dan 81% responden dengan pendidikan rendah memiliki persepsi negatif, serta sebanyak 7% responden yang sering berkegiatan dengan pengelola memiliki persepsi positif dan 93% responden yang tidak pernah berkegiatan bersama pengelola memiliki persepsi negatif untuk tingkat keterpaparan informasi dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap kawasan SM Paliyan. Diharapkan dari hasil penelitian ini bisa membantu pengelola untuk menemukan solusi dari konflik seperti perbaikan habitat monyet ekor panjang atau melakukan sosialisasi terhadap masyarakat kawasan penyangga.
The sustainability of Paliyan Wildlife Sanctuary is affected by the development of the communitys social-economic behavior. Existing conflict between the people of Paliyan Wildlife Sanctuary buffer zones and long-tailed macaques could hinder the management of the reserve. This study was done in Karangduwet and Monggol village, where conflicts with long-tailed macaques often occur. The aims of this study were to (1) identify the type and characteristics of conflict between the people of Paliyan Wildlife Reserve buffer-zones and long-tailed macaques, (2) identify the perception and aspiration of the people towards such conflict, (3) identify factors affecting the difference in perceptions and aspirations between people of Monggol and Karangduwet village. The method of this study was interview survey with 120 respondents; selected through stratified random sampling. Descriptive quantitative method was used to analyze collected data. Results of this study showed that the type of conflicts occurring in Monggol and Karangduwet village were destruction of fields and physical attack. The macaques attacked the fields in a group of hundreds throughout the day. People of Karangduwet and Monggol village perceived the conflict as negative-Long-tailed macaques were considered 24% troubling, 66% detrimental, and 7% disturbing-. The people of both villages had relatively similar aspirations, 52% are expected Long-tailed macaques to stay clear of the fields, thus the farmers could have prosperous and safe lives. Factors that affect the communitys perception were the level of education as 19% of respondents with higher education level have positive perceptions and 81% of respondents with lower education level have negative perceptions, and also 7% of respondents who frequently engage in activities with the managers have positive perceptions and 93% of respondents that never conducted activities with the managers have negative perceptions of the level information exposure adn community's awareness towards Paliyan Wildlife Sanctuary. These results could give insight to the wildlife sanctuary manager to find solutions to conflicts such as the improvement of long-tailed macaques habitat or socialization to the buffer-zones communities.
Kata Kunci : Persepsi, Aspirasi, Monyet Ekor Panjang, Suaka Margasatwa Paliyan;Perception, Aspiration, Long-tailed Macaque, Paliyan Wildlife Sanctuary