Laporkan Masalah

GEOLOGI PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Nabilla Delareta, Dr. Wawan Budianta, S.T., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Kecamatan Ponjong dan beberapa kecamatan besar lainnya di Gunungkidul diperkirakan akan mengalami pembangunan pemukiman yang pesat akibat pertambahan jumlah penduduk sehingga diperlukan penataan tata ruang yang tepat sesuai dengan aspek-aspek geologi seperti litologi, geomorfologi, hidrogeologi, dan bencana geologi. Tata guna lahan dirumuskan dengan menerapkan konsep geologi pengembangan wilayah demi menghasilkan zonasi geologi pengembangan wilayah serta arahannya dengan tujuan untuk menghasilkan penggunaan lahan yang tepat sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pencapaian dari geologi pengembangan wilayah terdiri dari pencapaian aspek efisiensi, kesetaraan dan penerimaan, serta keberlajutan. Penelitian dilakukan dengan pemetaan langsung di lapangan yang dipadukan dengan data sekunder lalu dianalisis hingga menghasilkan peta zonasi geologi pengembangan wilayah. Parameter yang digunakan meliputi kedalaman air tanah, kelerengan, serta gerakan massa sebagai data primer. Data sekunder terdiri dari peta pariwisata, peta tata guna lahan, dan peta potensi bahan galian. Metode yang digunakan yaitu Analytical Hierarchy Process dengan melakukan pembobotan pada masing-masing parameter dan subparameter. Setiap parameter terbagi dalam tiga subparamter yang mencerminkan karakteristik lahan. Zonasi pengembangan wilayah dapat dibagai menjadi tiga zonasi yaitu kawasan pemukiman, kawasan perkebunan, dan kawasan pertanian dengan zonasi penyisih yang terdiri dari kawasan hutan lindung, kawasan potensial resapan air, dan kawasan lindung geologi.

Ponjong sub-district and several other large sub-districts in Gunungkidul are expected to have rapid settlement development due to population growth so that proper spatial planning is needed in accordance with geological aspects such as lithology, geomorphology, hydrogeology, and geological disasters. Land use is formulated by applying the geological concept of regional development in order to produce geological zoning of regional development and its direction with the aim of producing the right land use so as to improve the standard of living of the community. Achievements from the geology of regional development consist of achieving aspects of efficiency, equality and acceptance, and sustainability. The study was conducted by direct mapping in the field combined with secondary data and then analyzed to produce a geological zoning map of regional development. The parameters used include groundwater depth, slope, and mass movement as primary data. Secondary data consists of tourism maps, land use maps, and maps of potential minerals. The method used is the Analytical Hierarchy Process by weighting each parameter and subparameter. Each parameter is divided into three subparamter that reflect land characteristics. Zoning of regional development can be divided into three zones, namely residential areas, plantation areas, and agricultural zones with a set aside zoning consisting of protected forest areas, potential water catchment areas, and geological protected areas.

Kata Kunci : geologi pengembangan wilayah, sesumber geologi dan bencana geologi, zonasi pengembangan wilayah, arahan geologi pengembangan wilayah.

  1. S1-2019-378937-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378937-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378937-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378937-title.pdf