Laporkan Masalah

Analisis Stakeholder dalam Pengelolaan Wisata Bukit Cinta Watu Prau di Hutan Lindung RPH Cawas, BKPH Wonogiri, KPH Surakarta

Yulia Wahyu Putriningsih, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut.,M.A.

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pengelolaan Wisata Alam Bukit Cinta Watu Prau di Hutan Lindung RPH Cawas dirintis pada tahun 2016. Pengelolaan ini melibatkan berbagai stakeholder dengan berbagai peran yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stakeholder yang terlibat, mengetahui peran, mengetahui kepentingan, kekuatan dan pengaruh stakeholder, serta mengetahui relasi antar stakeholder dalam pengelolaan Wisata Bukit Cinta Watu Prau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan Teknik Snowball Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Analysis Individual Interest Matrix (AIIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan stakeholder dalam pengelolaan Wisata Bukit Cinta Watu Prau. Stakeholder tersebut dibedakan menjadi stakeholder utama yaitu BUMDes Gumbregah dan Pemerintah Desa; stakeholders pendukung yaitu Paguyuban Pedagang, Paguyuban Ojek, Paguyuban Wahana Permainan, Paguyuban Parkir, Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Klaten, dan stakeholder kuncinya adalah Perum Perhutani dan LMDH Hargoliman. Setiap stakeholder memiliki peran dan kepentingan dalam pengelolaan Wisata Bukit Cinta Watu Prau. Peran terbesar terdapat pada BUMDes Gumbregah yaitu mengatur semua kegiatan/investor perencanaan, pengembangan dan pengelolaan usaha Wisata BCWP. Setiap stakeholder memiliki relasi dan memberikan pengaruh terhadap stakeholder lainnya.

Bukit Cinta Watu Prau nature tourism management was commenced on 2016 in RPH Cawas Protected Forest. This management included many stakeholders with their various roles. This study aimed to know every stakeholder involvement, defined their roles, interests, strengths, influences, and relations of every stakeholder in Bukit Cinta Watu Prau nature tourism management. This research used case study method. Data collection was done through in-depth interview, field observation, and documentation studies. Snowball sampling technique used to select informant. The data analysis used Analysis Individual Interest Matrix (AIIM). The results showed that there were eight stakeholders in Bukit Cinta Watu Prau nature tourism management. Stakeholders had been differentiated to main stakeholder which were BUMDes Gumbregah and Gunung Gajah village government. Supporting stakeholders were Seller community, Rides community, Parking community, Games community, and Klaten tourism cultural and sports agency, then the key stakeholders were Perum Perhutani and LMDH Hargoliman. Every stakeholder had role and interest in Bukit Cinta Watu Prau nature tourism management. The biggest role was on BUMDes Gumbregah which was to regulate all activities/planning investor, development, and management of Bukit Cinta Watu Prau nature tourism. Every stakeholder had relationship and influenced each other

Kata Kunci : stakeholder, pengelolaan wisata alam, hutan lindung. ;stakeholder, nature tourism management, protection forest

  1. S1-2019-377855-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-377855-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377855-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377855-Title.pdf