Laporkan Masalah

KESADARAN LINGKUNGAN, ORIENTASI EKONOMI, DAN SIKAP TERHADAP RISIKO DALAM PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES USAHATANI TEBU PADA PETANI MITRA PG WONOLANGAN, PTPN XI

ANNISA FAUZIA ASTARI, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. ; Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.

2019 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Kementerian Pertanian Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No. 53 Tahun 2015 tentang Budidaya Tebu Giling Yang Baik (GAP for Sugar Cane) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tebu. Implementasi GAP sebagai wujud pertanian berkelanjutan pada setiap komoditas dan petani akan berbeda, karena setiap komoditas memiliki risiko berbeda dan petani memiliki sikap yang berbeda terhadap risiko. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat penerapan GAP tebu; (2) tingkat kesadaran lingkungan; (3) tingkat orientasi ekonomi; (4) tingkat interaksi sosial; (5) sikap terhadap risiko; dan (6) faktor-faktor yang memengaruhi penerapan GAP tebu petani mitra PG Wonolangan. Penelitian dilakukan pada petani mitra PG Wonolangan yang berlokasi di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive dan sampel penelitian ditentukan secara acak dengan jumlah responden sebanyak 102 petani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Tingkat penerapan GAP diukur dengan skala likert (satu sampai lima) dengan sembilan komponen GAP tebu menjadi indikator. Skala likert juga digunakan untuk pengukuran kesadaran lingkungan, orientasi ekonomi, dan interaksi sosial. Sikap petani terhadap risiko diukur dengan metode Pennings & Garcia. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerapan GAP tebu dianalisis dengan regresi logit biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tebu mitra PG Wonolangan berada pada kategori tingkat penerapan GAP sedang, tingkat kesadaran lingkungan tinggi, tingkat orientasi ekonomi tinggi, dan tingkat interaksi sosial tinggi, serta mayoritas petani memiliki sikap risk averse. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat penerapan GAP, yaitu pengalaman bertani, tingkat pendidikan, kesadaran lingkungan, orientasi ekonomi, interaksi sosial, lahan milik sendiri, dan sikap risk taker.

Indonesian Ministry of Agriculture issued Minister of Agriculture Regulations Number 53 in 2015 about Good Agricultural Practices for Sugarcane as an effort to increase production and productivity of sugarcane. The implementation of GAP as a form of sustainable agriculture on each commodity and farmers will be different since risk across commodities and risk attitude among farmers are varied. Therefore, this study aims to analyse (1) the level of sugarcane farmer's GAP Implementation; (2) farmer's environmental awareness; (3) farmer's economic orientation; (4) farmer's social interaction; (5) farmer's risk attitudes; and (6) determinants factors on the implementation of sugarcane GAP among Wonolangan Sugar Factory farmer partners. The study interviewed farmer partners of the Wonolangan Sugar Factory inhabited in Lumajang and Probolinggo Regency. Location was chosen purposively and research samples were randomly selected with a total of 102 farmers. Level of GAP implementation was measured by a Likert scale (one to five) with nine components of sugar cane GAP as an indicator. The Likert scale also used to measure environmental awareness, economic orientation, and social interaction. Farmers' risk attitudes were assessed by Pennings & Garcia method. Determinant factors of the GAP implementation were examined by binary logit regression. Results showed that the sugarcane farmers were at a medium level of GAP implementation, a high level of environmental awareness, a high level of economic orientation, and a high level of social interaction, and the majority of farmers had a risk-averse attitude. Factors affecting the level of GAP implementation include farming experience, education level, environmental awareness, economic orientation, social interaction, self-owned land, and risk-taker attitude.

Kata Kunci : GAP, Kesadaran Lingkungan, Orientasi Ekonomi, Risk Attitudes, Tebu/ Environmental Awareness, Economic Orientation, GAP, Risk Attitudes, Sugarcane

  1. S2-2019-422265-abstract.pdf  
  2. S2-2019-422265-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-422265-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-422265-title.pdf