Laporkan Masalah

Evaluasi Implementasi Regulasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN): Studi Kasus di Bank XYZ

ANDREE DATTA ADWITYA, Bowo Setiyono, S.E., M.Com, Ph.D

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Gerbang Pembayaran Nasional adalah inisiatif yang dimandatkan oleh Bank Indonesia kepada semua bank yang beroperasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menawarkan fasilitas transaksi pembayaran dengan menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), termasuk pada Bank XYZ. Inisiatif ini mensyaratkan transaksi pembayaran yang dilakukan oleh nasabah bank di wilayah Indonesia untuk tujuan transaksi juga berada di wilayah Indonesia harus diproses oleh jaringan pembayaran yang juga berlokasi di wilayah Indonesia. Bank XYZ sudah mengimplementasikan inisiatif Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sejak 31 Desember 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi regulasi GPN di Bank XYZ selama 1 tahun sejak implementasi berjalan. Evaluasi dilakukan dengan beberapa analisis untuk menghasilkan evaluasi yang komprehensif. Data transaksi keuangan 1 tahun sebelum dan sesudah implementasi Gerbang Pembayaran Nasional, serta data wawancara dengan stakeholder internal Bank XYZ digunakan untuk mendukung cost and benefit analysis, baik dari sisi finansial maupun non-finansial. Data kuesioner kepada nasabah Bank XYZ digunakan untuk mendukung importance performance analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode amatan secara finansial implementasi regulasi Gerbang Pembayaran Nasional memiliki pengaruh negatif terhadap jumlah transaksi dan pendapatan berbasis komisi transaksi pembayaran Bank XYZ pada periode 1 tahun pertama setelah implementasi. Secara non-finansial, Gerbang Pembayaran Nasional disebut sebagai langkah awal inisiatif Bank Indonesia untuk menciptakan transaksi sistem pembayaran yang efektif dan efisien serta menuju ke cashless society. Importance performance analysis mengisyaratkan bahwa Bank XYZ dapat memperbaiki kinerja transaksi Gerbang Pembayaran Nasional agar memiliki tingkat keberhasilan transaksi yang lebih tinggi.

National Payment Gateway is an initiative mandated by Bank Indonesia for all banks operating in Republic of Indonesia territory that offer payment transaction facility using Card-based Payment Device, including that at Bank XYZ. This initiative require payment transactions by bank customers in must be processed through the payment network that located in Indonesia. Bank XYZ already implement National Payment Gateway (NPG) initiative from 31 December 2017. This research purpose is to evaluate NPG regulation implementation in Bank XYZ for 1 year after the implementation running. Evaluation was conducted with some analysis to produce a comprehensive evaluation. Financial transaction data from 1 year before and 1 year after National Payment Gateway implementation, and interview data with internal stakeholders of Bank XYZ are used for support the cost and benefit analysis, either from financial side or non-financial. Questionnaire data to Bank XYZ customers are used to conduct the importance performance analysis. This research shows that during study period, in financial terms, National Payment Gateway regulation implementation has a negative effect on number of transactions and fee-based income revenue of payment transaction for Bank XYZ in the first year period after implementation. Non-financially, National Payment Gateway said to be the first step of Bank Indonesia initiative to create effective and efficient payment system towards cashless society. Importance performance analysis suggest that Bank XYZ could improve its performance in National Payment Gateway transactions so that it can have higher successful transaction rates.

Kata Kunci : Gerbang Pembayaran Nasional, evaluasi, APMK, cost and benefit analysis, importance performance analysis

  1. S2-2019-417372-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417372-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417372-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417372-title.pdf