PERBEDAAN SKOR KECEMASAN PASIEN GAGAL ULTRAFILTRASI DIBANDINGKAN DENGAN YANG TIDAK GAGAL PADA PASIEN CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SARDJITO YOGYAKARTA
dr. Fajar Pramadu, dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH.; Noor Asyiqah Sofia, M.Sc, SpPD, KPsi
2019 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT DALAMLatar Belakang. Kecemasan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir sering dianggap sebagai kondisi yang wajar. Ultrafiltrasi adalah jumlah kelebihan cairan yang dikeluarkan sebagai hasil dari perbedaan tekanan osmotik yang dihasilkan oleh cairan dialisat pada teknik dialisis peritoneal. Penelitian spesifik yang menghubungkan kegagalan ultrafiltrasi dengan kecemasan belumada saat ini. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan pasien gagal ultrafiltrasi dibandingkan dengan yang tidak gagal pada pasien CAPD di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Metode. Penelitian potong lintang deskriptif analitik yang dilakukan pada pasien gagal ginjal terminal yang menjalani terapi Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data ultrafiltrasi didapatkan dari pencatatan jumlah ultrafiltrasi selama satu bulan yang tertulis di dalam buku harian CAPD yang dimiliki pasien dan diisi setiap kali melakukan dialisis peritoneal dan dihitung rerata per hari dalam satu bulan. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan kuesioner Beck Anxiety Inventory(BAI) versi Bahasa Indonesia. Perbedaan rerata skor BAI antara kelompok gagal ultrafiltrasi dan kelompok tidak gagal ultrafiltrasi diuji dengan uji t test atau uji Mann Whitney. Hasil Penelitian. Dari 41 subjek terdapat 13 subjek mengalami kegagalan ultrafiltrasi (31,7%). Nilai rerata BAI pada penelitian ini adalah 8(0-42). Pada penelitian ini didapatkan 11 subjek penelitian mengalami cemas ringan, 3 subjek penelitian mengalami cemas sedang dan 2 subjek penelitian mengalami cemas berat. Menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna nilai BAI antara kelompok yang gagal dengan yang tidak gagal ultrafiltrasi dengan p 0,222. Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan skor kecemasan pasien gagal ultrafiltrasi dibandingkan yang tidak gagal pada pasien PGK yang menjalani CAPD di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.
Background. Anxiety in patients with end stage chronic kidney disease is prevalent. Ultrafiltration is the amount of excess fluid released as a result of differences in osmotic pressure produced by dialysate fluid in peritoneal dialysis techniques. The links of ultrafiltration and anxiety were theoretically possible but such research to show the relationship(s) does not yet exist. Aim of Study. This study aimed to determine the difference in anxiety score based on ultrafiltration rate in patients with terminal renal failure who underwent CAPD at RSUP dr. Sardjito Yogjakarta. Method. An analytical descriptive cross-sectional study conducted on terminal renal failure patients undergoing Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) therapy at Dr. RSUP Sardjito Yogyakarta. Ultrafiltration data(s) are obtained by recording the number of ultrafiltrations for one month, written in the patients CAPD diary and filled in every peritoneal dialysis schedule and calculate the average per day in one month.Anxiety measurements were carried out with the Indonesian version of the Beck Anxiety Inventory(BAI) questionnaire. Differences in mean scores of BAI between group failing ultrafiltration and group that did not fail ultrafiltration were analyzed by t-test or Mann-Whitney test. Results Of the 41 subjects there were 13 subjects experiencing ultrafiltration failure (31.7%). The mean value of BAI in this study was 8 (0-42). In this study we found 11 study subjects experienced mild anxiety, 3 study subjects experienced moderate anxiety and 2 study subjects experienced severe anxiety. this shows that there is no significant difference in the value of BAI between groups that fail and those who do not fail ultrafiltration (p = 0.222). Conclusion. There were no significant differences in anxiety score between the ultrafiltration failure versus non-ultrafiltration failure group in end stage chronic kidney disease patients who underwent CAPD at Dr. RSUP. Sardjito Yogyakarta.
Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, CAPD, kegagalan ultrafiltrasi, Chronic kidney disease, CAPD, ultrafiltration failure, Anxiety,BAI,