Estimating fair market value of equity :: A Case study in a state owned company
HUSNI, M, Dr. Suad Husnan, MBA
2001 | Tesis | Magister ManajemenPemerintah Indonesia sedang berusaha keras untuk memaksimalkan peran 159 BUMN yang saat ini dimililu pemerintah untuk membantu negara yang tengah mengalami krisis ekonomi berkepanjangan. Pemerintah sudah menyiapkan “Program Reformasi B W ’ yang hasilnya Qharapkan dapat memperbesar kontribusi perusahaan-perusahaan negara tersebut dalam bentuk peningkatan pembayaran pajak dan dividen kepada kas negara. Salah satu kebijakan program reformasi BUMN tersebut adalah privatisasi, yaitu penjualan hak kepemilikan pemerintah Q perusahaan-perusahaan milik negara kepada masyarakat (go public) atau kepada mitra strategis (go private). Agar penjualan hak kepemilikan tersebut sukses, artinya tejual dengan harga yang sesuai dengan nilai yang dimilikmya, maka perlu digunakan teknik penilaian (valuation) yang dapat diandalkan. Untuk men&utung nilai sebuah perusahaan atau hak kepemilikan di sebuah perusahaan, dikenal tiga cara yang umum digunakan, yaitu berdasarkan pendapatan (income), harga pembanding (market) dan berdasarkan nilai asset. Pada study ini, yang akan memperkirakan harga equity yang wajar untuk PT. Pupuk Sriwidjaja, &@an dua teknik penilaian, yaitu income dan market approach. Metoda yang akan digunakan pada income approach adalah DDM (Qvidend discount model), yaitu menghltung nilai sekarang dari dividen-dividen yang akan diterima di masa mendatang. Agar perhitungan dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan kon&si yang akan terjadi, maka digunakan sejumlah skenario, yakni berbagai situasi didasarkan kepada sejumlah variabel, yaitu harga produk, persentase pembagian dividen terhadap keuntungan, konversi dolar terhadap rupiah dan kon&si politik di Indonesia. Pada market approach, digunakan 3 multiplier ratio (P/B,P/S dan PE) dari perusahaan-perusahaan setara yang sudah terrdaftar di pasar modal. Hasil study menunjukkan harga pasar wajar untuk PT. hpuk Sriwidjaja (unit usaha) dengan menggunakan metoda DDM berkisar antara Rp. 5.463 milyar sampai dengan Rp. 3 0.492 milayar, bila menggunakan teknik pendekatan nilai pasar berkisar anatara Rp. 4,941 sampai dengan Rp. 9,173 milyar . Nilai tersebut dapat ditingkatkan apabila pemerintah melakukan kaji ulang bisnis perusahaan karena perusahaan sudah memasuki tahap maturity
Indonesian government has prepared a reformation program to its 159 state owned companies (SOC). One purpose of this program is to increase the SOC’s role in helping the country to come out from deep economic crisis. The program is expected to increase the company’s payment of tax and dividend to the country’s cash. One of procedures of the reformation program is privatization, i.e. selling ownership of government to public (go public) or strategic partner (go private). To guarantee success of the privatization, it is required to apply reliable valuation techniques. In practice, it is known 3 main approaches of valuation techniques, i.e. income, market and asset approach. This study which estimates fair market value of PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri) uses two approaches, i.e. income and market. Dividend discount model (DDM) is used for income approach, value is estimated by dscounting dividends received in the future. To make the price estimation produces appropriate result, it is necessary to use scenarios in which some variables applied, i.e. product price, foreign exchange rate, dwidend pay out ratio and pdlitical situation affected the required rate of return. For market approach, it is used 3 multiplier ratios (P/B,P/S and PiE) of equivalent companies that have listed in stock market. The estimation result of fair market equity value of Pusri’s equity applying DDM is in a range from 5,463 to 10,492 billion rupiah, while using market approach is 4,941 to 9,173 billion rupiah. The equity value of Pusri could be increased if the company reformulate its current business due to the company has reached maturity stage.
Kata Kunci : Privatisasi,PT Pupuk Sriwijaya,Harga Equity, valuation, BUMN, equity, Pusri, fertilizer, appraisal, privatization