KARAKTERISTIK HASIL PELAPISAN CURCUMIN-CHITOSAN PADA PADUAN COBALT-CHROME DENGAN METODE ULTRASONIC SPRAY
KATIKO IMAMUL M, Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK MESINCurcumin merupakan polimer yang dihasilkan dari proses ekstraksi curcuma yang berasal dari kunyit, temulawak, temu ireng. Curcuma memiliki sifat-sifat antikoagulasi, anti proliferasi dan anti-inflamasi, sehingga dapat digunakan untuk mencegah restenosis pada stent setelah implantasi. Pada penelitian ini dilakukan penyelidikan tentang pelapisan curcumin dengan menggunakan polimer chitosan yang dapat terbiodegradasi sebagai pembawa obat yang dibuat secara seragam pada permukaan disk paduan Co-Cr dengan metode ultrasonic spray. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan curcumin dan chitosan didalam campuran curcumin-chitosan, data kekasaran permukaan setelah pelapisan dan data jumlah pelepasan in vitro curcumin pada pelapisan campuran curcumin-chitosan. Tiga takaran curcumin-chitosan yang digunakan yaitu CC-25 (90% volume larutan 250 mikrogram/mililiter curcumin - 10% larutan 250 mikrogram/mililiter chitosan), CC-50 (90% volume larutan 500 mikrogram/mililiter curcumin - 10% larutan 250 mikrogram/mililiter chitosan) dan CC-80 (90% volume larutan 800 mikrogram/mililiter curcumin - 10% larutan 250 mikrogram/mililiter chitosan). Pengujian FTIR dan SEM digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan curcumin dan chitosan didalam campuran curcumin-chitosan, sedangkan data kekasaran permukaan setelah pelapisan didapatkan menggunakan uji kekasaran. Jumlah curcumin yang terlepas dalam periode pelepasan dihitung menggunakan UV-Vis spectrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan spektrum curcumin dan spektrum chitosan muncul dalam pelapisan curcumin-chitosan. Lapisan curcumin-chitosan yang terbentuk halus dan seragam dengan nilai kekasaran CC-25 sebesar 0,07 mikrometer, CC-50 sebesar 0,11 mikrometer dan CC-80 sebesar 0,13 mikrometer. Pengujian pelepasan in vitro selama 21 hari menunjukkan jumlah curcumin yang terlepas adalah CC-80 sebesar 15,552 mikrogram, CC-50 sebesar 13,063 mikrogram dan CC-25 sebesar 8,797 mikrogram. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dalam berbagai campuran larutan coating mengandung curcumin dan chitosan. Meningkatnya konsentrasi curcumin meningkatkan nilai kekasaran lapisan curcumin-chitosan, dan meningkatkan jumlah curcumin yang terlepas selama periode pelepasan in vitro.
Curcumin is a polymer produced from the extraction process of curcuma derived from turmeric, temulawak, temuireng. Curcuma has anticoagulation, anti-proliferation and anti-inflammatory properties, so that it can be used to prevent stent restenosis after implantation. In this study an investigation was carried out on the coating of curcumin using chitosan polymers that could be biodegradable as a carrier of drugs that were made uniformly on the surface of the Co-Cr alloy disk with the ultrasonic spray method. The research carried out aims to identify the presence of curcumin and chitosan in curcumin-chitosan mixtures, surface roughness data after coating and data on the amount of release in vitro curcumin in coating curcumin-chitosan mixtures. Three dosages of curcumin-chitosan used are CC-25 (90% volume solution of 250 mikrogram/mililiter curcumin - 10% solution of 250 mikrogram/mililiter chitosan), CC-50 (90% volume of solution 500 mikrogram/mililiter curcumin - 10% solution of 250 mikrogram/mililiter chitosan) and CC-80 (90% volume solution 800 mikrogram/mililiter curcumin - 10% solution 250 mikrogram/mililiter chitosan). FTIR and SEM tests were used to identify the presence of curcumin and chitosan in the curcumin-chitosan mixture, while surface roughness data after coating was obtained using a roughness test. The amount of curcumin released during the release period was calculated using a UV-Vis spectrometer. The results showed that the absorption of curcumin spectrum and chitosan spectrum appeared in the curcumin-chitosan coating. Curcumin-chitosan layer formed smooth and uniform with a CC-25 roughness value of 0.07 mikrometer, CC-50 of 0.11 mikrometer and CC-80 of 0.13 mikrometer. In vitro release tests for 21 days showed the amount of curcumin released was CC-80 at 15,552 mikrogram, CC-50 at 13,063 mikrogram and CC-25 at 8,797 mikrogram. Based on the results of the study, it can be concluded that in various mixtures of coating solutions containing curcumin and chitosan. The increased concentration of curcumin increases the roughness value of the curcumin-chitosan layer, and increases the amount of curcumin released during the in vitro release period.
Kata Kunci : Curcumin, Chitosan, Pelapisan, FTIR, Kekasaran Permukaan, Pelepasan In Vitro