Jejaring Antar Organisasi dalam Penanganan Bencana Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul
AGUNG WICAKSONO, Bevaola Kusumasari Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKBencana kekeringan merupakan bencana yang rentan terjadi di Kabupaten Gunungkidul, kondisi ini diperparah pada tahun 2019 terjadi kemarau panjang (BMKG, 2019). Penyebab kekeringan, selain karena faktor iklim, geologi, juga karena faktor keterlibatan multipihak termasuk pemerintah daerah dalam mengelola kondisi darurat kekeringan. Penelitian ini disajikan dengan studi kasus pada penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Gunungkidul 2019, dimana digunakan metode penelitian analisis jejaring sosial dan kualitatif. Analisis jejaring sosial digunakan untuk dapat melihat aktor sentral dari organisasi yang terlibat dalam penangaanan bencana kekeringan serta peran jejaring dalam tingkatan pemerintahan tersebut. Sementara metode kualitatif digunakan untuk mendalami faktor-faktor yang mempengaruhi jejaring tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor sentral pada penanganan darurat ini adalah BPBD Kab Gunungkidul, PMI, dan PDAM. Sementara, peranan jejaring antar organisasi pada level kabupaten sudah dioptimalkan dengan melakukan komando dan kontrol terhadap perkembangan situasi, dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan lembaga usaha. Selanjutnya, pada faktor-faktor yang mempengaruhi jejaring, semua sudah dimaksimalkan kecuali ada dua faktor yang masih kurang, yaitu kemitraan dan penggunaan teknologi informasi yang canggih. Kata kunci: jejaring antar organisasi, penanganan darurat, bencana, kekeringan.
Drought is a disaster that vulnerable situation in Gunungkidul District and worsened in 2019 there was a long drought (BMKG, 2019). In addition to climate and geological factors, the trigger of drought is also due to multi-stakeholder involvement, including local governments in managing drought emergencies. This research is presented with a case study on managing of drought in Gunungkidul Regency 2019, where the social network analysis and qualitative research method are used. Social networks analysis is used to be able to see the central actors of organizations involved in the handling of drought disasters as well as the role of networks at the level of government. While qualitative methods are used to explore the factors that influence these networks. The results showed that the central actors in handling this emergency situation were BPBD Gunungkidul District, PMI, and PDAM. Meanwhile, the role of inter-organizations network at the district level has been optimized by commanding and controlling the development of the situation, by involving non-government organizations and private sector. Furthermore, the factors that influence the network, all have been maximized unless there are two factors that are still lacking, specifically partnership and information technology factor. Keywords: inter-organizations network, emergency management, disaster, drought
Kata Kunci : jejaring antar organisasi, penanganan darurat, bencana, kekeringan, inter-organizations network, emergency management, disaster, drought