Laporkan Masalah

Aplikasi Paklobutrazol pada Umur Tanaman Berbeda pada Upaya Pembentukan Tanaman Hias Pot Tomat Apocarpel (Solanum lycopersicum L.)

Eka Candra Wardani, Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P.

2019 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Tanaman hias memiliki pasar yang luas diantaranya rumah tangga, perkantoran dan perhotelan. Tanaman hias yang berasal dari tanaman buah belum banyak dimanfaatkan. Pemendekan tanaman tomat apocarpel berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuk buah yang unik, namun kelemahannya yaitu memiliki habitus tinggi. Upaya memperpendek tanaman yaitu menambahkan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu aplikasi dan konsentrasi paklobutrazol yang tepat untuk menghasilkan tanaman yang pendek. Penelitian dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wilayah V Pakem, Sleman pada Januari-Juni 2019. Penelitian petak terbelah dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu waktu aplikasi dan konsentrasi paklobutrazol. Waktu aplikasi terdiri dari 2 aras yaitu saat bibit umur 2 MSS dan tanaman di lapangan umur 5 MSS sedangkan konsentrasi terdiri dari 5 aras yaitu 0 ppm, 75 ppm, 150 ppm, 225 ppm, dan 300 ppm. Data diuji menggunakan analisis varians dengan α = 5% dilanjutkan Uji Kontras dan Uji Tukey HSD α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75-300 ppm paklobutrazol menghambat pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah nodus, panjang internodus, memperlambat pembungaan, menurunkan jumlah buah/tandan, jumlah buah/tanaman. Waktu aplikasi semai (2 MSS) memperlambat umur berbunga, meningkatkan produksi tandan, jumlah buah/tanaman dan diameter buah sedangkan waktu aplikasi lapangan (5 MSS) mempercepat pembungaan serta menurunkan jumlah tandan, jumlah buah/tanaman dan diameter buah. Waktu dan konsentrasi yang tepat untuk menghasilkan tanaman tomat hias terbaik yaitu saat umur 2 MSS maupun 5 MSS dengan konsentrasi 75 ppm.

The consumer of ornamental plants were households, offices, and hotels. Unfortunately fruit ornamental plant was not popular yet. The apocarpel tomatoes can be an ornamental pot plant because of its unique shape of fruit but the habitus was too high for pot ornamental plant. One method to reduce plant height was paclobutrazol application. The aims of this research were to get the best time and concentration application of paclobutrazol. The research had been carried out in Balai Penyuluhan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Sleman on January-July 2019. Split plot design used in this research with three replication. The time of application as main plot consisted of two weeks after showing and five weeks after showing. The concentration of paclobutrazol as sub-plot including 0 ppm, 75 ppm, 150 ppm, 225 ppm, and 300 ppm. The data were analyzed by variant analysis with α 5% followed by Contrast orthogonal and Tukey HSD α 5%. The result showed that 75-300 ppm paclobutrazol decrease plant height, number of nodes, internode and length stem's cell, delayed time of flowering, decrease number of fruit/cluster and number of fruit/plant. Seedling treatment (2 WAS) delayed flowering, increase number of cluster, number of fruit/plant, and diameter of fruit while plant on pot treatment (5 WAS) induced early flowering and decrease the number of cluster, number of fruit per plant, and fruit diameter. Application of 75 ppm paclobutrazol on 2 WAS and 5 WAS produced the best quality of tomato ornamental plant.

Kata Kunci : konsentrasi, paklobutrazol, tanaman hias buah, tomat, waktu

  1. S1-2019-378172-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378172-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378172-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378172-title.pdf