Laporkan Masalah

HUBUNGAN TRANFUSI DARAH PERIOPERATIF DENGAN MORTALITAS KANKER BULI PADA PASIEN POST RADIKAL SISTEKTOMI

ARIA UTAMA NURQOHARI, dr.Ahmad Zulfan, Sp.U

2019 | Tesis-Spesialis | UROLOGI

Latar Belakang Tranfusi darah perioperatif berhubungan dengan dampak buruk yang berujung pada mortalitas beberapa kasus pasien dengan keganasan. Mekanisme yang menjelaskan hal tersebut adalah menurunnya imunitas host yang disebabkan oleh obat obatan anastesi dan opioid, serta meningkatnya pelepasan sel ½ sel tumor yang bersirkulasi selama pembedahan. Hal tersebut berpotensi untuk menyebabkan outcome yang buruk selama pasien menjalani tranfusi perioperatif. Objektif Untuk mengevaluasi hubungan antara waktu transfusi darah dan kelangsungan hidup pasien dengan kanker kandung kemih yang menjalani kistektomi radikal. Untuk mengukur perbedaan hasil antara pasien yang menjalani transfusi darah perioperatif dan pasien yang menjalani transfusi darah setelah operasi. Bahan & Metode Penelitian ini adalah penelitian analitik prospektif dengan desain cross sectional. Tiga puluh pasien dengan tumor kandung kemih yang melakukan kistektomi radikal dan tidak menjalani kemoterapi perioperatif dimasukkan dalam data penelitian. Kelangsungan hidup bebas rekurensi (RFS), kelangsungan hidup spesifik kanker (CSS) dan kelangsungan hidup keseluruhan (OS) dianalisis dengan metode Kaplan-Meier dan dibandingkan antara kohort dengan tes log-rank. Uji chi-square digunakan untuk evaluasi perbandingan masing-masing kelompok. Analisis univariat dan multivariat dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel klinis dan patologis dengan risiko seperti RFS, CSS, dan OS. Nilai P <0,005 dianggap signifikan secara statistik, dan perangkat lunak SPSS digunakan untuk seluruh proses analisis. Hasil Dari total 29 pasien yang menjalani kistektomi radikal, 22 pasien menerima transfusi darah perioperatif. 17 pasien memiliki transfusi intraoperatif, sedangkan sisanya memiliki transfusi setelah operasi. Rerata kehilangan darah 1491 cc dan rata-rata bertahan hidup adalah 13,2 bulan. Kesimpulan Transfusi darah intraoperatif secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan mekanisme biologis yang mendasari hasil pasien.

Background Perioperative blood transfusion is associated with adverse effects that lead to mortality in some cases of patients with malignancy. The mechanism that explains this is the decrease in host immunity caused by anesthetic drugs and opioids, and the increased release of tumor cells that circulate during surgery. This has the potential to cause a bad outcome for patients undergoing perioperative transfusion. Objective To evaluate the relationship between blood transfusion timings and survival of patients with bladder cancer who undergo radical cystectomy. To measure the differences in outcomes between patients undergoing perioperative blood transfusion and patients undergoing blood transfusion after surgery. Material & Methods This research is a prospective analytic study with cross sectional design. Thirty patients with bladder tumors who performed radical cystectomy and did not undergo perioperative chemotherapy were included in the study data. Recurrence-free survival (RFS), cancer-specific survival (CSS) and overall survival (OS) were analyzed by the Kaplan-Meier method and compared between cohorts with log-rank tests. Chi-square test was used for comparison evaluation of each group. Univariate and multivariate analyzes were performed to evaluate the relationship between clinical and pathological variables with risks such as RFS, CSS, and OS. P values <0.005 were considered statistically significant, and SPSS software was used for the entire analysis process. Results From the total of 29 patients who had the radical cystectomy, 22 patients received perioperative blood transfusion. The 17 patients had the transfusion intraoperatively, while the rest had the transfusion after the operation. The mean of blood loss were 1491 cc and mean of survival were 13,2 months. Conclusion Intraoperative blood transfusion is significantly associated with an increased risk of cancer mortality. Further investigation is needed to determine the biological mechanisms underlying patient outcomes.

Kata Kunci : Bladder Cancer, Radical cystectomy, blood transfusion, mortality

  1. S2-2019-376304-abstract.pdf  
  2. S2-2019-376304-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-376304-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-376304-title.pdf