Laporkan Masalah

PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI PORTOFOLIO KREDIT TERHADAP RISIKO KREDIT DAN PROFITABILITAS PADA BANK UMUM GO PUBLIC DI INDONESIA

LAYAR ALDO JATMIKO, I Wayan Nuka Lantara, M.Si.,Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Sektor industri jasa keuangan dan asuransi adalah salah satu sektor ekonomi yang menyumbang kontribusi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Penyaluran kredit merupakan salah satu faktor pendukung atas kontribusi perbankan terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia, di mana berdasarkan data Otoritas Jasa Perbankan per Desember 2018, 49,74% dari pendapatan bank disumbang oleh pendapatan bunga kredit. Penyaluran kredit tentu saja perlu didukung dengan pengelolaan kualitas kredit yang memadai. Salah satu upaya yang dilakukan perbankan dalam menjaga tingkat NPL adalah dengan membagi penyaluran kreditnya ke dalam berbagai kategori seperti jenis penggunaan, sektor industri dan kategori lainnya yang dikenal sebagai portofolio kredit perbankan. Hasil penelitian sebelumnya di luar negeri menunjukkan adanya perbedaan pendapat terkait pengaruh tingkat konsentrasi portofolio kredit. Ada yang mendukung penerapan strategi spesialisasi penyaluran kredit terhadap sektor tertentu karena pengaruhnya yang mampu menurunkan risiko kredit dan meningkatkan profitabilitas bank, namun sebaliknya ada pula yang mendukung diversifikasi penyaluran kredit ke beberapa sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat konsentrasi portofolio kredit terhadap risiko kredit dan profitabilitas pada perbankan yang telah go public atau terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan data panel yang bersumber dari 42 bank pada periode waktu tahun 2013 s.d tahun 2018. NPL dan rasio CKPN dibandingkan total kredit digunakan sebagai proksi atas risiko kredit sedangkan untuk profitabilitas bank digunakan proksi ROA, ROE dan NIM. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa tingkat konsentrasi portofolio kredit berpengaruh secara signifikan positif terhadap NPL, yang berarti bahwa semakin meningkatnya tingkat konsentrasi portofolio kredit (spesialisasi) maka akan meningkatkan NPL. Sebaliknya, berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa tingkat konsentrasi portofolio kredit berpengaruh secara signifikan negatif terhadap ROA, ROE dan NIM. Hal tersebut berarti bahwa semakin meningkatnya tingkat konsentrasi portofolio kredit (spesialisasi) maka akan menurunkan nilai ROA, ROE dan NIM.

The financial services and insurance industry sector is one of the economic sectors that contributes to economic development in Indonesia. Loan disbursement is one of the supporting factors for the banking contribution to economic development in Indonesia. Based on data from the Otoritas Jasa Keuangan as of December 2018, 49.74% of bank revenue was contributed by loan interest income. Loan distribution certainly needs to be supported by adequate loan quality management. One of the efforts taken by banks in maintaining the level of NPLs is divide their lending into various categories such as types of use, industrial sector and other categories. This activitities known as bank loan portfolios management. The results of previous studies abroad showed differences of opinion related to the influence of the level of loan portfolio concentration. There are those who support the implementation of a specialization lending strategy to certain sectors because of its influence that can reduce credit risk and increase bank profitability, but conversely there are also those that support the diversification of credit distribution to several sectors. This study aims to analyze the effect of the concentration level of the loan portfolio on credit risk and profitability in banks that have gone public or are listed on the Indonesia Stock Exchange. The study uses panel data sourced from 42 banks in the period of 2013 to 2018. NPL and CKPN ratio compared to total credit are used as a proxy for credit risk while ROA, ROE and NIM are used as proxy for bank profitability. Based on the test, the level of loan portfolio concentration has a significantly positive effect on NPL, which means that the increasing level of loan portfolio concentration (specialization) will increase NPL. On the contrary, the concentration level of the loan portfolio has a significantly negative effect on ROA, ROE and NIM. This means that the increasing level of credit portfolio concentration (specialization) will reduce the value of ROA, ROE and NIM.

Kata Kunci : kredit, konsentrasi portofolio, risiko kredit, profitabilitas, Hirshmann-Herfindahl Index, NPL, ROA, ROE, NIM

  1. S2-2019-417471-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417471-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417471-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417471-title.pdf