HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DENGAN SIKAP HYGIENE MENSTRUASI DI SMPN 2 KALIBAWANG KULON PROGO
FATIMAH KHOIRUNNISA, Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., NS., M.Kes.
2019 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVRemaja di Indonesia berisiko melakukan perilaku yang tidak sehat, berakibat terjadinya gangguan kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran reproduksi (ISR). Pengetahuan baik yang dimiliki remaja akan mempengaruhi sikap dan praktik yang baik pada saat menstruasi. Tujuan pada penelitian ini ialah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menstruasi dengan sikap hygiene menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan pendekatan total sampling dengan responden dalam kriteria inklusi berjumlah 82 responden. Data yang diambil adalah data primer dengan menggunakan lembar kuesioner pengetahuan tentang menstruasi dan lembar kuesioner sikap hygiene menstruasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang menstruasi yang tinggi sebesar 63,4%, sikap hygiene menstruasi yang baik sebesar 95,1%, dan adanya hubungan secara statistik antara pengetahuan tentang menstruasi dengan sikap hygiene menstruasi pada remaja putri dengan p-value = 0,015 (<alfa 0,05). Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi dan menjaga kebersihan organ genetalia saat menstruasi di SMPN 2 Kalibawang Kulonprogo.
Adolescents in Indonesia are at risk of unhealthy behavior, resulting in reproductive health disorders such as reproductive tract infections (ISR). Good knowledge possessed by adolescents will influence good attitudes and practices during menstruation. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge about menstruation with menstrual hygiene attitudes in young women. This research uses descriptive cross sectional study method. The sampling technique with a total sampling approach with respondents in the inclusion criteria amounted to 82 respondents. The data taken are primary data using a knowledge questionnaire sheet about menstruation and a menstrual hygiene attitude questionnaire sheet. Data analysis uses frequency distribution and chi-square. The results showed that a high level of knowledge about menstruation was 63.4%, good menstrual hygiene attitudes were 95.1%, and there was a statistical relationship between knowledge about menstruation and menstrual hygiene attitudes in adolescent girls with p-value = 0.015 ( <alfa 0.05). It is recommended to teenagers to increase knowledge about menstruation and maintain the cleanliness of genetal organs during menstruation at SMPN 2 Kalibawang Kulonprogo.
Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Sikap hygiene menstruasi.