Laporkan Masalah

CASE SERIES: GAMBARAN KEMATIAN MATERNAL DI KABUPATEN SLEMAN JANUARI 2016 SAMPAI DENGAN DESEMBER 2018

Syahrodi D. Hanafi, Prof. Dr. dr. H. Heru Pradjatmo, M.Kes., SpOG(K);Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, M.Kes., SpOG(K)

2019 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

Latar belakang: Kematian maternal masih merupakan masalah besar di Indonesia. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan peraih penghargaan peringkat pertama untuk Program Kesehatan Ibu dan Anak pada tahun 2012, salah satunya adalah karena memiliki angka kematian ibu dan anak yang paling rendah di Indonesia, namun pada tahun berikutnya jumlah kasus kematian maternal justru mengalami peningkatan. Sleman adalah salah satu Kabupaten yang memiliki AKI lebih tinggi diantara kabupaten lain di D.I Yogyakarta. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran penyebab kematian maternal di Kabupaten Sleman tahun 2016-2018. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan penelitian case series, dengan tujuan untuk mengetahui gambaran penyebab kematian maternal di Kabupaten Sleman. Hasil : Pada tahun 2016-2018 terdapat 21 kematian maternal. Mayoritas kematian tersebut terjadi pada ibu yang bekerja (76,2%). Tidak ada perbedaan antara ibu yang berpendidikan rendah maupun berpendidikan tinggi (38%). Kematian terbanyak terjadi pada ibu usia 20-34 tahun (57,1%) dengan paritas 2-4 (71,4%), jarak kehamilan >2 tahun (80,1%), dan terjadi pada ibu yang telah bersalin dengan cara vaginal spontan (44,4%) dengan penolong persalinan dokter (70,6%), dan di Rumah Sakit (88,9%), riwayat persalinan sebelumnya merupakan persalinan vaginal spontan tanpa penyulit apapun. Ibu yang mengalami kematian sebagian besar tidak memiliki kondisi anemia dan tidak memiliki riwayat penyakit. Keterlambatan ditemukan pada 81% kasus kematian dan penyebab kematian terbanyak adalah karena perdarahan (33,3%) dan 42,9% kematian merupakan komplikasi dari persalinan. Kesimpulan: Penyebab kematian maternal di Kabupaten Sleman periode 2016-2018 akibat perdarahan 33,3%, penyakit jantung 23,8%, infeksi 14,3%, preeklamsia/eklampsia 14,3%, komplikasi anestesia 14,3%.

Backgroud: Maternal mortality is a major obstetrics problem in Indonesia. D.I.Yogyakarta was the first place winner for the Maternal and Child Health Program in 2012, one of which was because it had the lowest maternal and child mortality rates in Indonesia, but in the following year the number of maternal death cases actually increased. Sleman is one of the district that has a higher maternal mortality rate among other districts in D.I. Yogyakarta. Objective: To describe the causes of maternal deaths in Sleman district in 2016-2018. Methods: This study used a descriptive analytical method with a case series research design, with the aim to determine the description of maternal deaths in Sleman district. Result: In 2016-2018 there were 21 maternal deaths. The majority of these deaths occurred in working mothers (76.2%). There was no difference between mothers with low education or tertiary education (38%). Most deaths occur in mothers aged 20-34 years (57.1%) with parity 2-4 (71.4%), pregnancy spacing >2 years (80.1%), and occur in mothers who have given birth vaginally spontaneous (44.4%) with Doctors birth attendants (70.6%), and in hospitals (88.9%), previous labor were spontaneous vaginal deliveries without any complications. Most mothers who die do not have anemic condition and have no history of the disease. Delay is found in 81% of cases of death and most causes of death are due to bleeding (33.3%) and 42.9% of deaths are complications of childbirth. Conclusion: The cause of maternal death in Sleman Distric in the period 2016-2018 due to bleeding was 33,3%, heart disease 23,8%, infection 14,3%, preeclampsia/eclampsia 14.3%, anesthesia complications 14.3%.

Kata Kunci : Kematian maternal, determinan dan keterlambatan

  1. S2-2019-376269-abstract.pdf  
  2. S2-2019-376269-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-376269-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-376269-title.pdf