Perbandingan luaran ibu dan bayi pada kehamilan dengan DM gestasional dan DM pregestasional di RSUP Sardjito
ELY YULIANUS M.LIMBU, dr. Detty Siti Nurdiati, MPH, Ph.D, Sp.OG(K); dr. Agung Dewanto, Sp.OG(K), Ph.D
2019 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGILatar Belakang: Diabetes mellitus dapat terjadi pada 3-5% dari seluruh kehamilan. Hiperglikemia pada saat konsepsi dan pada awal kehamilan secara khusus selama organogenesis mengakibatkan enam kali lipat peningkatan risiko kecacatan pada perkembangan embrio. Bahkan peningkatan kadar glukosa yang ringan selama kehamilan dapat mempengaruhi ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui gambaran dan prevalensi kehamilan dengan DM pregestasional dan DM gestasional di RSUP Sardjito. Membandingkan luaran ibu dan bayi pada kehamilan dengan DM pregestasional dan DM gestasional di RSUP Sardjito Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Data diambil dari rekam medis, subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dikumpulkan, diolah dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 23. Dilakukan analisis data univariat, bivariat dan multivariat untuk mengetahui pengaruh antar variabel Hasil: Penelitian ini melibatkan 74 subyek. Terdapat luaran ibu dengan ketoasidosis sebanyak 35 orang (47,30%), luaran bayi dengan makrosomia 15 kasus (20,27%), kelainan jantung 7 kasus (9,46%), dan mortalitas neonatal sebanyak 6 kasus (8,11%). Riwayat ANC < 4 kali berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian mortalitas neonatal (OR 10,548; 95% CI 1,700-65,437; p = 0.011). Kesimpulan: Angka kejadian PGDM sebesar 44 kasus (59,46%) sedikit lebih tinggi dibandingkan GDM sebesar 30 kasus (40,54%) yang melakukan persalinan di RSUP Sardjito selama 5 tahun dari total 8857 kasus persalinan. KAD yang merupakan luaran ibu kejadiannya sebesar 47,30%, dan luaran bayi yang berupa makrosomia sebesar 20,27%, kelainan jantung pada bayi 9,46%, serta mortalitas neonatal 8,11%. Luaran ibu dan luaran bayi pada kehamilan dengan pregestasional diabetes yang dibandingkan dengan gestasional diabetes tidak berbeda bermakna pada penelitian ini.
Background: Diabetes mellitus can occur in 3-5% of all pregnancies. Hyperglycemia at the time of conception and in early pregnancy specifically during organogenesis results in a sixfold increased risk of disability in embryonic development. Even mild increases in glucose during pregnancy can affect the mother and fetus. Objective: Knowing the description and prevalence of pregnancy with pregestational DM and gestational DM in Sardjito General Hospital. Comparing maternal and infant outcomes in pregnancy with pregestational DM and gestational DM at Sardjito General Hospital Research Methods: This research is a retrospective cohort study. Data was taken from medical records, research subjects who met the inclusion and exclusion criteria. Research data were collected, processed and analyzed using SPSS 23. Univariate, bivariate and multivariate data analysis was performed to find out influence between variables Results: This study involved 74 subjects. There were 35 maternal outcomes with ketoacidosis (47.30%), infant outcomes with macrosomia 15 cases (20.27%), cardiac abnormalities 7 cases (9.46%), and neonatal mortality in 6 cases (8.11% ). A history of ANC <4 times significantly affected the incidence of mortality events (OR 10,548; 95% CI 1,700-65,437; p = 0.011). Conclusion: The incidence of PGDM by 44 cases (59.46%) is slightly higher than the GDM of 30 cases (40.54%) who delivered at Sardjito General Hospital for 5 years out of a total of 8857 cases. KAD which is maternal outcome is 47.30%, and infant outcomes are macrosomia of 20.27%, cardiac abnormalities in infants 9.46%, and neonatal mortality 8.11%. Maternal and infant outcomes in pregnancy with pregestational diabetes compared with gestational diabetes were not significantly different in this study.
Kata Kunci : pregestasional diabetes mellitus, gestasional diabetes mellitus, ketoasidosis diabetik, makrosomia, mortalitas neonatal, kelainan jantung pada bayi.