Pension Reform in Indonesia: Problems and Challenges
MURNIATY CHENDRA S, Dr M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGIIn 2004 Indonesian government enacted Law No 40/2004 on National Social Security System (Sistem Jaminan Sosial Nasional or SJSN Law). The law stipulated the pension benefits for all workers, which previously was the privilege of civil servants and armed forces only. Two objectives of this study are to explore the process of pension reform in Indonesia and examine challenges in expanding the pension scheme under BPJS Ketenagakerjaan. This study explores the protracted process of transforming the previous fragmented social security schemes into one integrated social security scheme which aims to provide pension benefits for the entire Indonesian citizen. Subsequently, this study attempts to examine problems and issues faced by BPJS Ketenagakerjaan in imposing the new pension scheme. This study mainly used secondary data and complemented by primary data obtained from a semi-structured interview with employers, employees and staffs form BPJS Ketenagakerjaan. From this study, I conclude despite going through a protracted reform process, BPJS Ketenagakerjaan encounters several challenges in the implementation of the pension scheme such as conflicting regulations, low coverage and inadequacy benefit.
Pada Tahun 2004 pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No 40 tahun 2004 berkaitan dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional atau UU SJSN. UU SJSN mengatur skema jaminan pensiun bagi seluruh pekerja, dimana sebelumnya jaminan pensiun terbatas bagi pekerja di sektor pemerintahan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah proses reformasi pensiun di Indonesia dan menganalisa tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan skema jaminan pensiun. Pertama studi ini mendiskusikan proses reformasi yang berlarut-larut dalam mengintergrasikan institusi jaminan sosial yang terfragmentasi menjadi satu lembaga jaminan sosial dengan peserta seluruh penduduk Indonesia. Pembahasan selanjutnya yaitu mengenai tantangan dan masalah yang di hadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan jaminan pensiun. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan didukung data primer dari wawancara semi-terstruktur bersama karyawan BPJS Ketenagakerjaan serta para pekerja dan perusahaan yang menjadi partisipan BPJS Ketenagakerjaan. Studi ini menyimpulkan walaupun proses reformasi pensiun berlangsung lama dan berlarut-larut, BPJS Ketenagakerjaan tetap menhadapi tantangan-tantangan seperti peraturan yang saling bertentangan serta cakupan kepesertaan yang rendah.
Kata Kunci : social security, pension, pension reform, sjsn, bpjs ketenagakerjaan