PENGARUH PERBEDAAN INTERVAL PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELUR AYAM
I Gede Asnada Putra, Prof. Ir. Wihandoyo, MS., Ph.D; Widya Asmarawati, S.Pt., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pelaksanaan inseminasi buatan (IB) yang ideal dibandingkan kawin alam dalam usaha menghasilkan telur tetas ayam. Penelitian ini menggunakan delapan ekor ayam jantan dewasa dan empat puluh ekor ayam layer fase produksi yang dibagi dalam empat perlakuan dan dipelihara dalam kandang individu. Perlakuan 1, 2 dan 3 ( IB 2, IB 4, dan IB 6) adalah Interval inseminasi buatan dilakukan setiap 2, 4 dan 6 hari sekali sedangkan perkawinan 4 adalah perkawinan alami sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah fertilitas telur, dan daya tetas telur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik dari rancangan acak lengkap pola searah, apabila berbeda secara nyata dilanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DMRT) menggunakan aplikasi SPSS versi 16.0. Hasil menunjukkan bahwa interval IB berpengaruh tidak nyata terhadap fertilitas (74,02+10,09, 71,34+15,06, 62,87+20,10, 59,76+9,27), daya tetas ( 69,67+31,19, 71,41+13,11, 66,46+19,16 dan 71,52+21,49) berturut-turut untuk IB 2, IB 4, IB 6 dan alami. Interval IB berpengaruh nyata terhadap bobot tetas. Bobot DOC paling tinggi yaitu pada Interval IB 4 hari sekali dengan rerataa (40,65+0,79) sedangkan bobot tetas paling rendah yaitu terjadi pada kawin alami dengan rerat (37,08+1,01). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan interval IB tidak berpengaruh pada fertilitas dan daya tetas telur.
The objective of this research to determine the ideal implementation of interval of artificial insemination compared to natural mating in hatching eggs production. This research used eight native cockerels and fourty layer hens which kept in individual cages. Treatment 1, 2 and 3 (IB 2, IB 4, and IB 6) were artificial insemination (AI) intervals carried out every 2, 4 and 6 days while treatment 4 was natural mating as a control. The parameter collected were egg fertility and egg hatchability. The collected data were analyzed by using One Way Clacification of Variance analysis, followed testing the significant means by Duncans New Multiple Range Test. The result showed that the AI intervals had no significant differences on fertility (74,02+10,09, 71,34+15,06, 62,87+20,10, 59,76+9,27), also hatchability ( 69,67+31,19, 71,41+13,11, 66,46+19,16 and 71,52+21,49) for IB 2, IB 4, IB 6 and natural mating respectively, but AI interval had significant difference on hatching weight. The highest average of hatching weight rate was obtained in insemination interval 4 days (40,65+0,79) and the lowest was obtained in natural mating (37,08+1,01). The conclusion of this study was AI intervals did not effecting egg fertility and hatchability.
Kata Kunci : Ayam Kampung, Interval inseminasi, Fertilitas, Daya tetas, Native chicken, Artificial insemination, Fertility, Hatchability.