ANALISIS DOSIS DAN WAKTU TERAPI PADA TERAPI KANKER PARU-PARU BERBASIS TERAPI ION KARBON DAN BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY MENGGUNAKAN PROGRAM PHITS
Irfan Nurfatthan, Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU ; Dr. Ir. Andang Widiharto, MT
2019 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIRPermasalahan utama dalam penggunaan radioterapi untuk pengobatan kanker adalah pemberian dosis yang besar pada jaringan tumor dengan meminimalkan dosis pada jaringan sehat. Dengan berbagai pilihan metode pengobatan kanker yang tersedia, diperlukan studi untuk membandingkan kemampuan satu metode, dengan metode lain sehingga penggunaan metode dalam pengobatan kanker dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pada penelitian ini akan dibandingkan Carbon Ion Radiotherapy terhadap Boron Neutron Capture Therapy. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Mengetahui konsentrasi boron optimum dan energi ion karbon optimum pada terapi BNCT dan CIRT (3) Waktu total yang diperlukan untuk terapi BNCT dan karbon ion dan (4) Mengetahui perbandingan dosis pada terapi karbon dan BNCT. Penelitian ini berbasis simulasi menggunakan program PHITS dengan cara memodelkan geometri dan komponen penyusun kanker paru-paru serta organ sekitarnya sebagai objek yang diteliti dan sumber radiasi yang digunakan dalam hal ini merupakan ion karbon dan neutron yang merupakan keluaran dari kolimator. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi boron yaitu 30,50,70 dan 90 mikrogram/gram dan untuk energi ion karbon yang digunakannya adalah 140 MeV, 150 MeV,160 MeV,170 MeV,180 MeV,190 MeV dan 200 MeV. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konsentrasi Boron optimum untuk pengobatan ini adalah 110 mikrogram/gram dimana memiliki waktu tercepat yaitu sebesar 7,55 jam dengan dosis serap sebesar 1,058 GyE untuk kulit dan 2,556 GyE untuk paru paru sedangkan energi optimum yang diperlukan untuk karbon adalah sebesar 170 MeV dengan waktu iradiasi 36,57 menit dengan dosis serap untuk kulit 0,192 GyE dan untuk paru-paru sebesar 0,039 GyE.
The main problem in the use of radiotherapy for cancer treatment is the exposure of large doses to tumor tissue while minimizing the dose in healthy tissue. With various choices of cancer treatment methods available, studies are needed to compare the ability of one method with other methods, so that the use of methods in cancer treatment can be adjusted to the needs. In this study, Carbon Ion Radiotherapy compared to Boron Neutron Capture Therapy. Objectives of the research is: (1)To determine optimum Boron concentration and carbon ion optimum energy required for BNCT and Carbon Ion Radiotherapy, (3)To calculate total irradiation time needed for Boron Neutron Capture Therapy and Carbon Ion Radiotherapy, and (4)To compare dose generated by Carbon Ion Radiotherapy and Boron Neutron Capture Therapy. This research based on simulation using PHITS program by modelling the geometry and components consisted in lung cancer area as objects observed, while the radiation sources used are carbon ion and neutron that comes from collimator. Independent variable used as this research conducted are, boron concentration 30, 50, 70, and 90 microgram/gram and carbon ion energy 140 MeV, 150 MeV, 160 MeV, 170 MeV, 180 MeV, 190 MeV, and 200 MeV. The result of this research conclude that optimum boron concentration valued 110 microgram/gram for 7,55 hour resulted in 1.058 Gy and 2.556 Gy, each for skin and lung absorbed dose for BNCT. While optimum energy required 170 MeV for 36.57 minutes resulted in 0.192 and 0.039 GyE each for skin and lung.
Kata Kunci : BNCT, Dosis, CIRT, Kanker paru-paru, Waktu Iradiasi, Dosis Serap