Laporkan Masalah

Analisis Pendapatan, Kinerja, dan Strategi Pengembangan Kelompok Tani Padi Rawa Lebak di Desa Hambuku Raya, Kalimantan Selatan

BINTI TSANIATUL M, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.

2019 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan usahatani padi rawa lebak anggota kelompok tani di Desa Hambuku Raya Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara; (2) mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap kinerja kelompok tani di Desa Hambuku Raya Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara; (3) merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan kelompok tani dalam meningkatkan kinerja kelompok tani padi rawa lebak di Desa Hambuku Rawa Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Hambuku Raya, Kalimantan Selatan. Pengambilan data pada daerah penelitian dilakukan pada bulan Januari 2019. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hal ini digunakan untuk mendeskripsikan tujuan utama yakni strategi pengembangan kelompok tani padi rawa lebak. Dari hasil penelitian pendapatan usahatani pada musim tanam tahun 2018 tinggi, sebesar Rp. 23.586.927 dengan produktivitas sebesar 5.465 kg/ha dan nilai R/C rasio 2,09, walaupun saat ini masih ip 100 yaitu penanaman sekali setahun, tetapi tetap menguntungkan. Kepuasan petani terhadap kinerja kelompok tani termasuk puas dengan nilai kepuasan sebesar 67,21 persen, namun tetap ada priotas yang harus dilakukan perbaikan pada beberapa variabel organiasi (penyusunan AD/ART, visi dan misi, struktur organisasi, rencana kerja tertulis, administrasi, dan catatan keuangan), manajemen (pelatihan, fasilitas benih unggul, dan pengendalian hama penyakit terpadu), usaha agribisnis (pemberian kredit), dan teknologi informasi (informasi terbaru). Berdasarkan analisis SWOT, kelompok tani berada di posisi WO sehingga harus mengurangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, adapun strategi yang harus diambil untuk pengembangan kelompok tani yaitu optimalisasi kawasan sentra produksi padi rawa lebak untuk meningkatkan produktivitas padi rawa lebak, kunjungan dan kerjasama dengan kelompok tani lain dalam meningkatkan manajemen dan efektifitas dalam usahatani untuk memperkuat kepercayaan, jaringan, norma antar sesama anggota kelompok, pertemuan rutin pra tanam dan pra panen mengenai pemberian subsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran, dan memperbaiki komunikasi dan jadwal pertemuan antara petani dan PPL agar program pendidikan dan pendampingan berjalan sesuai rencana.

The objectives of this study are to: (1) determine the level of income and feasibility of farming of back swamp farming in members of farmer groups in Hambuku Raya Village, Sungai Pandan District, Hulu Sungai Utara Regency; (2) knowing the level of farmer satisfaction with the performance of farmer groups in Hambuku Raya Village Sungai Pandan District Hulu Sungai Utara Regency; (3) formulate a strategy that can be applied for the development of farmer groups in improving the performance of the back swamp rice farmers in Hambuku Raya Village Sungai Pandan District Hulu Sungai Utara Regency. This research has been carried out in Hambuku Raya Village, South Kalimantan. Data collection in the study area was carried out in January 2019. The basic method used in this research is descriptive. Descriptive method is a method in examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought or a class of events in the present. This is used to describe the main objective, namely the strategy of developing swamp rice farmers' farmer groups. From the results of research farming income in the planting season in 2018 is high, amounting to Rp. 23,586,927 with the productivity of 5,465 kg/ha and an R/C value of 2.09, although at present it is still IP 100, which is planting once a year, it is still profitable. Farmer satisfaction with the performance of farmer groups including satisfaction with a satisfaction value of 67.21 percent, but there are still priorities that need to be improved on several organizational variables (preparation of AD / ART, vision and mission, organizational structure, written work plan, administration, and records finance), management (training, superior seed facilities, and integrated pest control), agribusiness (credit granting), and information technology (the latest information). Based on the SWOT analysis, the farmer group is in the WO position so it must reduce weaknesses by utilizing the opportunities available, as for the strategy that must be taken for the development of farmer groups, namely optimizing the production area of �¢ï¿½ï¿½back swamp rice to increase the productivity of swamps, visit and cooperation with other farmer groups in improving management and effectiveness in farming to strengthen trust, networks, norms among group members, regular pre-planting and pre-harvest meetings regarding the provision of government subsidies to be more targeted, and improve communication and schedule of meetings between farmers and PPL for the program education and assistance go according to plan.

Kata Kunci : kelompok tani, rawa lebak, pendapatan, kepuasan, strategi pengembangan

  1. S2-2019-422266-abstract.pdf  
  2. S2-2019-422266-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-422266-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-422266-title.pdf