Laporkan Masalah

Arahan Rencana Tata Ruang Pada Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Di DAS Mikro Wae Batu Merah, Kotamadya Ambon

FRANK SAMELINO TITA, Dr. Senawi, M.P.; Dr. Hatma Suryatmojo,S.Hut.,M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANAN

Kotamadya Ambon telah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan dengan Perda No. 24 Tahun 2012, namun demikian masih terdapat indikasi ketidaksesuain penggunaan lahan aktual DAS Wae Batu Merah terhadap RTRW. DAS Wae Batu Merah merupakan salah satu DAS mikro di Kotamadya Ambon dan merupakan salah satu DAS prioritas di Provinsi Maluku. Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di DAS ini dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui fungsi kawasan, kemampuan lahan, kerawanan tanah longsor dan kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW DAS sehingga dapat menentukan arahan rencana tata ruang yang sesuai di DAS Wae Batu Marah. Penelitian ini menggunakan satuan lahan sebagai unit analisis lahan. Penentuan arahan rencana tata ruang adalah dengan melakukan overlay terhadap peta fungsi kawasan, peta kemampuan lahan, peta kerawanan tanah longsor dan peta RTRW dengan menggunakan software Arcgis 10.5., kemudian melakukan penilaian pada masing-masing peta menggunakan metode matching berdasarkan kesesuaian penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa DAS Wae Batu Merah memiliki 4 arahan fungsi kawasan dan 7 kelas kemampun lahan, yaitu fungsi lindung (30,59 %), fungsi penyangga (57,8 %), fungsi budidaya tanaman tahunan (6,65 %) dan fungsi budidaya tanaman semusim/pemukiman (5,96 %), dengan kemampuan lahan kelas II (3,09 %), III (9,39 %), IV (14,17 %), V (18,92 %), VI (13,83 %), VII (32,47 %) dan VIII (8,03 %). Terdapat ketidaksesuaian penggunaan lahan aktual DAS Wae Batu Merah terhadap fungsi kawasan (54,84%), kemampuan lahan (36,24%) dan RTRW DAS Wae Batu Merah (11,14%). DAS Wae Batu Merah memiliki 3 kelas kerawanan tanah longsor yaitu kelas agak rawan (61,56%), kelas rawan (26,71%) dan kelas sangat rawan (14.34%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka arahan rencana tata ruang DAS Wae Batu Merah adalah arahan fungsi lindung (33,8%) meliputi; hutan lindung (25,89%), ruang terbuka hijau (RTH) (2,82%) dan kawasan rawan bencana (5,08%), dan arahan fungsi budidaya (66,2%) meliputi; kawasan perkantoran (3,13%), kawasan perdagangan dan jasa (2,85%), kawasan pemukiman (41,93%) dan kawasan pertanian (18,30%).

Ambon district has developed an spatial planning based on Perda No. 24 year 2012, however there are still indications of discrepancy on actual usage of watershed spatial planning Wae Batu Merah. Watershed Wae Batu Merah is one of the Micro watershed on District Ambon and one of the priority watershed on Mollucass Province. Landslide frequently strikes this watershed and inflict negative impact to local residents. The objective of this paper is to discover regional function, land capability, landslide vulnerability and suitability of land usage against watershed spatial planning to decide spatial planning allocation which suite the Wae Batu Merah watershed. This paper uses land unit as land analysis unit. The establishment of spatial planning allocation is by doing an overlay of regional functions map, land capabilities map, landslide vulnerabilities map, and urban plans map using Arcgis 10.5 Software, thereafter rating the maps respectively using matching method based on the suitability of land usage. The result shows that Wae Batu Merah watershed has 4 allocation regional function and 7 classes of land capabilities, i.e. protection zone 30.59%, buffer zone 57.8%, annual crop cultivation zone 6.65% and annual/residential plant cultivation zone 5.96%, with class I land capabilities (3,09%), class II (9,39%), class III (14,17%), class IV (18,92%), class V (13,83%), class VI (32,47%) and class VII (8,03%). There are discrepancy on actual usage of Wae Batu Merah watershed against the regional function (54,84%), land capability (36,24%) and watershed Wae batu Merah spatial planning (11,14%). Wae Batu Merah watershed has 3 class of landslide vulnerability i.e. class "rather vulnerable" (61,56%), class "vulnerable" (26,71%) and class "very vulnerable" (14,34%). Based on this research, the spatial planning allocation of Wae Batu Merah watershed are protection zone (33,8%) comprises of; protection forest (25,89%), green open space (2,82%) and disaster-prone area (5,08%), and cultivation function directives (66,2%) comprises of; office area (3,13%), trade and services area (2,85%), residential area (41,93%) and agricultural area (18,30%).

Kata Kunci : Tanah Longsor, Fungsi Kawasan, Kemampuan Lahan, Kerawanan, RTRW

  1. S2-2019-418493-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418493-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418493-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418493-title.pdf