Laporkan Masalah

PERBANDINGAN EFIKASI ANTARA PATIENT CONTROLLED EPIDURAL ANALGESIA (PCEA) DAN EPIDURAL KONTINYU SEBAGAI MODE ANALGESIA PASCA OPERASI LAPAROTOMI GINEKOLOGI

TUTUT APRIANTI W, DR dr Yusmein Uyun SpAn KAO, DR Med dr Untung Widodo SpAn KIC

2019 | Tesis-Spesialis | ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF

Latar Belakang : Patient Controlled Epidural analgesia (PCEA) merupakan salah satu mode pemberian analgesia pasca operasi. Penggunaan PCEA memberikan peran pasien dalam pemberian analgesia sehingga diharapkan mampu menurunkan nyeri dan meningkatkan kepuasan pasien dalam tatalaksana nyeri pasca operasi Tujuan : Penelitian ini bertujuan membandingkan efikasi antara patient controlled epidural analgesia (PCEA) dan epidural kontinyu sebagai mode analgesia pasca operasi laparotomi ginekologi Metode Penelitian : Uji klinis terandomisasi tanpa ketersamaran ini melibatkan 50 pasien yang menjalani operasi laparotomi ginekologi dengan anestesi CSE ( combined spinal epidural) dan analgesia epidural pasca operasi. Kelompok kontrol adalah kelompok yang menggunakan analgesia epidural kontinyu menggunakan ropivakain 0,125% + fentanil 1,25 mcg/ml 5 ml perjam dan kelompok perlakuan adalah kelompok yang menggunakan analgesia epidural dengan PCEA ropivakain 0,125% + fentanil 1,25 mcg/ml, dengan dosis kontinyu 5 ml/jam, demand dose 2,5ml, lockout interval 15 menit, lock perjam 3 . Pada kedua kelompok dinilai skala nyeri NRS diam, gerak, dan kepuasan nyeri pada menit ke-15, jam ke 3, 6, 12, dan 20 dan kejadian efek samping sebagai luaran sekunder. Hasil : Didapatkan 42 pasien pada penelitian yang terdiri dari 19 pasien PCEA dan 23 pasien epidural kontinyu. NRS pada kelompok PCEA tidak berbeda secara bermakna dibandingkan NRS pada kelompok kontinyu dengan angka signifikansi p > 0,05 pada 5 jam pengamatan. Jumlah konsumsi larutan analgesi epidural lebih banyak pada kelompok PCEA dibandingkan kelompok epidural kontinyu dengan rerata volume adalah 103,4 (���± 26,3) ml dan 100,4 (���±2,1) ml ( p 0,000). Kejadian efek samping berupa hipotensi, pruritus, dan depresi nafas tidak didapatkan pada kedua kelompok dengan kejadian mual dan muntah terjadi sebanyak 10,5% dan 8,7% pada kelompok PCEA dan kelompok epidural kontinyu dengan perbedaan yang tidak bermakna dengan angka signifikansi p > 0,05. Kesimpulan : Patient Controlled Epidural Analgesia (PCEA) memiliki efikasi sama baiknya dengan epidural kontinyu dengan jumlah volume larutan analgesia yang lebih besar tanpa meningkatkan efek samping pada operasi laparotomi ginekologi Kata Kunci : efikasi analgesia, patient controlled epidural analgesia (PCEA), epidural kontinyu, laparotomi ginekologi

Background : Patient controlled epidural analgesia (PCEA) is one of postoperative analgesia mode. PCEA involve patient in administering analgesic so that its expected to reduce pain and increase patient satisfaction in postoperative pain management . Objective : The aim of this study was to compare efficacy between patient controlled epidural analgesia (PCEA) and continuous epidural analgesia as analgetic mode for post laparotomy gynecology surgery. Methods : It was a non blinded, randomized controlled trial involved 50 patients underwent gynecologic laparotomy surgery under CSE ( combined spinal epidural) anesthesia and continuous epidural analgesia infusion for postoperative pain management. The control grup was the group that used continuous epidural analgesia using 0,125% ropivacaine + fentanyl 1,25mcg/ml 5ml per hour and the treatment group was the group that used epidural analgesia with PCEA ropivacaine 0,125% + fentanyl 1,25mcg/ml, with a continuous dose of 5 ml/hour, 2,5 ml demand dose, 15 minutes lockout interval, hourly lock 3. In both groups the scale pain was assessed in first 15 minutes, 3rd,6th, 12th, 20th hours and the incidence of side effects. Result : Fourty two patients completed the study consisting of 19 PCEA patients and 23 continuous epidural patients. NRS in the PCEA group did not differ significantly compared to NRS in the continuous epidural grup with significant rate p > 0,05 at 5 hours of observation. The amount of consumption of epidural analgesic solution was more in the PCEA grup than in the continuous epidural group with a mean volume 103,4 (���± 26,3) ml and 100,4 (���±2,1) ml ( p 0,000. The incidence of side effects in the form of nausea, vomiting, pruritus, and respiratory depression in the two groups did not differ significantly with p > 0,005. Conclusion : Patient Controlled Epidural Analgesia (PCEA) has the same efficacy as continuous epidural analgesia with a greater volume of analgesia solution without increasing side effect in laparotomy gynecology surgery. Keyword : Epidural analgesia, efficacy, patient controlled epidural analgesia (PCEA), continuous epidural analgesia, laparotomy gynecologic surgery.

Kata Kunci : efikasi analgesia, patient controlled epidural analgesia (PCEA), epidural kontinyu, laparotomi ginekologi

  1. S2-2019-392486-abstract.pdf  
  2. S2-2019-392486-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-392486-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-392486-title.pdf