Model Intervensi TAKESPRO HPV untuk Peningkatan Perilaku Vaksinasi HPV di Sekolah
WIWIN LISMIDIATI, Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Sc.,Sp.OG (K).,Ph.D.; Widyawati, S.Kp.,M.Kes.,Ph.D
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATANLatar belakang: Vaksinasi HPV pada remaja belum banyak dilakukan oleh remaja di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi penerimaan untuk vaksinasi HPV pada remaja. Upaya peningkatan perilaku vaksinasi HPV di Sekolah melalui edukasi HPV, pemberdayaan orang tua, dan sistem jaminan pembiayaan untuk vaksinasi HPV dapat menjadi suatu alternatif intervensi yang dapat dilakukan. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh model intervensi TAKESPRO HPV untuk peningkatan perilaku vaksinasi HPV di sekolah dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Metode penelitian: Desain penelitian adalah explanatory sequential mixed method yang dilakukan dari Desember 2017 hingga April 2019 di Sekolah Menengah Pertama di wilayah Bantul dan Sleman. Tahap pertama adalah penelitian kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data kualitatif dengan content analysis. Instrumen kualitatif menggunakan panduan wawancara. Tahap kedua adalah penelitian kuantitatif dilakukan dengan kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent (pretest dan posttest) control group design. Instrumen kuantitatif menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, kepercayaan, self efficacy dan kesediaan melakukan vaksinasi HPV serta perilaku vaksinasi HPV yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dengan kuantitatif dengan uji t test berpasangan dan t test tidak berpasangan. Hasil : Model intervensi TAKESPRO HPV dengan edukasi HPV, pemberdayaan orang tua dan jaminan pembiayaan mampu meningkatkan pengetahuan, self efficacy dan intensi untuk menabung pada remaja. Hasil need assessment menunjukkan perlunya edukasi, pemberdayaan orang tua dan tabungan untuk kesehatan dalam peningkatan perillaku vaksinasi HPV. Terdapat perbedaan pengetahuan (p= 0,016) dan self efficacy (p=0,022) pada siswi dikelompok intervensi dibandingkan dengan kontrol. Terdapat perbedaan pengetahuan (p=0,003) pada orang tua di kelompok intervensi dibandingkan dengan kontrol. Sikap orang tua merupakan faktor yang berhubungan dengan kesediaan orang tua untuk melakukan vaksinasi HPV pada remaja (p=0,027). Belum ada remaja yang melakukan vaksinasi HPV dengan menggunakan tabungan kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Model intervensi TAKESPRO HPV berupa edukasi HPV, pemberdayaan orang tua dan tabungan kesehatan dapat menjadi model alternatif bagi sekolah untuk meningkatkan perilaku vaksinasi HPV di sekolah.
Background: HPV vaccination in adolescents has not been done by many teenagers in Indonesia. Many factors influence the acceptance for HPV vaccination in adolescents. Efforts to improve HPV vaccination behavior in schools through HPV education, parental empowerment, and financing insurances system for HPV vaccination could be the alternative intervention . Objective: To determine the effect of the TAKESPRO HPV intervention model for improving HPV vaccination behavior in schools in adolescent reproductive health. Methods: The research design was sequential explanatory mixed method conducted from December 2017 to April 2019 in junior high schools in Bantul and Sleman. The first stage is a qualitative study carried out through a Focus Group Discussion (FGD) with an interpretive descriptive approach. Analysis of data using content analysis. Qualitative instruments using interview guides. The second stage is quantitative research conducted by quasi-experimental design with non equivalent (pretest and posttest) control group design. Quantitative instruments use a questionnaire of knowledge, attitudes, beliefs, self efficacy and willingness to carry out HPV vaccinations as well as HPV vaccination behaviors that have been tested for validity and reliability. Quantitative data analysis with paired t test and unpaired t test. Results: The TAKESPRO HPV intervention model with HPV education, parent empowerment and financial insurances system increased knowledge, self efficacy and intention for savings in adolescents. The results of the need assessment indicated the need for educational interventions, parental empowerment and personal medical savings in the form of health savings to increase the behavior of HPV vaccinations. There was differences knowledge between intervention compared to control group (p=0,016; ) and self efficacy between intervenstion compared to control group (p=0,022). The attitude of parents is a factor related to parents' willingness to vaccinate HPV in adolescents (p=0,027). No teenager has vaccinated against HPV using averomentioned savings. Conclusion: The TAKESPRO HPV intervention model in the form of HPV education, parent empowerment and personal medical savings can be an alternative model for schools to improve HPV vaccination behavior in school teenagers.
Kata Kunci : vaksinasi HPV, remaja, tabungan, edukasi, pemberdayaan, orang tua, HPV vaccination, adolescents, savings, education, empowerment, parents