EFEK PEMBERIAN PREMEDIKASI DEKSAMETASON TERHADAP DURASI ROKURONIUM DIBANDING PLASEBO PADA ANESTESI UMUM INTUBASI
DANIS WORO KUNCORO A, DR. Dr. Yusmein Uyun, SpAn, KAO.; Dr. Ratih Kumala Fajar, SpAn, M.Sc, KAO
2019 | Tesis-Spesialis | ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIFLatar Belakang: Deksametason sering digunakan untuk pencegahan dan pengobatan mual dan muntah pascaoperasi, mengurangi tingkat keparahan nyeri postoperatif dan kebutuhan analgesik. Penelitian untuk mengetahui efek deksametason terhadap durasi rokuronium ini akan menguntungkan pada pasien yang memiliki kontraindikasi diberikannya reversal neostigmin ataupun atropin. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemendekan durasi rokuronium dengan pemberian premedikasi deksametason dibandingkan dengan plasebo pada pasien yang menjalani prosedur dengan anestesi umum intubasi dengan menggunakan agen blokade muskular rokuronium di GBST RSUP Dr Sardjito. Metode: Desain penelitian ini adalah uji klinis randomisasi eksperimental dengan ketersemaran ganda (double blind). Sampel dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan cara konsekutif selama 3 bulan. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok premedikasi deksametason dan kelompok yang mendapatkan plasebo NaCl 0,9%. Pemantauan waktu dimulai setelah TOF menunjukkan angka 0 hingga mencapai TOF 0,9. Hasil: Penelitian dilakukan terhadap 58 subjek penelitian. Data numerik dianalisis menggunakan independent T test dan data kategorikal menggunakan chi square. Didapatkan premedikasi deksametason memendekkan durasi rokuronium, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai TOF 0,9 adalah 111+-14.33 menit dibandingkan 123+-14.57 menit pada populasi kelompok plasebo (P = 0,003). Kesimpulan: Premedikasi deksametason memperpendek durasi rokuronium dibandingkan pemberian plasebo pada anestesi umum intubasi.
Background: Dexamethasone is often used as prevention and treatment for postoperative nausea and vomiting, reducing the severity of postoperative pain and analgesic requirements. The study of dexamethasone effects on the rocuronium duration might be beneficial in patients who have contraindications to neostigmine or atropine reversal. Purpose: To evaluate the relation between rocuronium duration with dexamethasone premedication compare with placebo in patient with general anesthesia intubation procedure with rocuronium neuromuscular blocking agent in GBST RSUP Dr. Sardjito. Methods: An experimental research design, randomized clinical trial with double blind. The sample was chosen using the non-probability sampling method in a consecutive manner in 3 months. Sample was divided into two groups: group receiving dexamethasone premedication and group receiving placebo NaCl 0.9%. Time monitoring starts after the TOF shows the number 0 until it reaches TOF 0.9. Results: The study was conducted on 58 research subjects. Numeric data was analysed using independent T test and categorical data was analysed using chi square. Dexamethasone premedication was found to reduce the duration of rocuronium with the time needed to reach TOF 0.9 was 111+-14.33 minutes compared with 123+-14.57 minutes in the placebo group (P = 0.003). Conclusion: Dexamethasone premedication shortens the duration of rocuronium compared to the administration of placebo under intubation general anesthesia.
Kata Kunci : Deksametason, durasi rokuronium, TOF, neuromuskular blok, Dexamethasone, rocuronium duration, TOF, neuromuscular block