Tampak Baru Desa Kayupuring: Sebuah Potret Perubahan di Pedesaan Atas Hadirnya Pariwisata
YEMIMA YANMAR LABERA, Agus Indyanto, S.Sos., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAPenelitian ini membahas mengenai perubahan ekonomi pada masyarakat petani Desa Kayupuring. Desa Kayupuring merupakan salah satu desa di Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan. Pada waktu saya melakukan penelitian di tahun 2016, Desa Kayupuring masih sangat terbatas untuk akses jalan. Jalan sangat berbahaya untuk orang-orang yang belum terbiasa dengan medannya. Pariwisata sudah ada namun partisipasi masyarakat masih bersifat sukarela untuk pengelolaannya. Saya kembali ke Desa Kayupuring pada tahun 2019 untuk penelitian dan mendapati bahwa desa sedang memiliki kesan berbeda. Desa lebih siap menampung orang-orang untuk berwisata. Perbedaan terlihat pada Pariwisata ramai pengunjung dengan menggunakan kendaraan pribadi dan berplat nomor luar daerah Pekalongan, jalan mulai diperlebar dan aspal diperbaharui untuk mengurangi jalan yang berlubang. Pariwisata juga memiliki konsep baru yang lebih menarik bagi para wisatawan. Pariwisata di Desa Kayupuring menawarkan keindahan alam yang merupakan kekayaan dari desa. Pariwisata selain menampilkan kekayaan alam juga dibangun fasilitas yang menarik setiap wisata. Perkembangan dari pariwisata juga mulai mengundang partisipasi dari masyarakat petani Desa Kayupuring. Pariwisata selain membawa perubahan pada infrastruktur desa juga merubah pada ekonomi desa. Penelitian ini mencoba menjawab menjelaskan mengapa hadirnya wisata membawa peluang ekonomi bagi masyarakat petani dan perubahan-perubahan apa yang terjadi di dalam pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualititatif dengan melakukan observasi-partisipasi dan wawancara mendalam selama kurang lebih satu bulan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kayupuring sedang mengalami perubahan terutama dalam hal ekonomi. Desa Kayupuring yang memiliki mata pencaharian utama sebagai petani mulai menangkap peluang ekonomi baru dengan hadirnya pariwisata. Hadirnya pariwisata di Desa Kayupuring diperluas dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi yang dapat diakses dengan mudah. Peluang ekonomi akan pariwisata dengan menggunakan teknologi juga berpengaruh pada pertanian. Pertanian sendiri menjadi sebuah produk dalam pariwisata.
This study discusses the economic changes in the farmer community of Kayupuring village. Kayupuring Village is one of the villages in Petungkriyono, Pekalongan. At the time I did the research in 2016, Kayupuring village was still very limited to road access. The road is very dangerous for people who are not familiar with the terrain. Tourism is already there but community participation is still voluntary for its management. I returned to Kayupuring village in 2019 for research and found that the village was having a different impression. The village is more ready to accommodate people for sightseeing. The difference is seen in tourism many visitors by using private vehicle and number license outside the area of Pekalongan, the road began to be widened and asphalt was renewed to reduce the road perforated. Tourism also has a new concept that is more attractive to tourists. Tourism in Kayupuring Village offers the beauty of nature that is a wealth of the village. Tourism in addition to displaying natural wealth also built facilities that attract every tourist. The development of tourism also began to invite the participation of farmers Community Kayupuring village. Tourism in addition to bringing changes to the village infrastructure also change in the village economy. The research is trying to answer explaining why the presence of tourism brings economic opportunities for farmers and what changes are happening in the farm. The method of study used is the quality method of observation-participate and interviews in depth for approximately one month and the study of the library. The results showed that Kayupuring village was undergoing a change especially in terms of economics. The village of Kayupuring has the main livelihood as farmers began to capture new economic opportunities with the presence of tourism. The presence of tourism in Kayupuring village is expanded by the development of communication technology that can be easily accessed. Economic opportunities for tourism using technology also affect agriculture. Agriculture itself became a product in tourism.
Kata Kunci : perubahan, ekonomi, masyarakat petani, pariwisata