Efficiency analysis of public companies in Indonesia and Malaysia during Asian crisis
JATI, Handaru, Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA
2001 | Tesis | Magister ManajemenKrisis keuangan yang melanda Asia pada beberapa tahun belakangan ini memiliki dampak terhadap ekonomi asia dan pada kesejahteraan masyarakat. Selama krisis moneter seluruh sector ekonomi mengalami penurunan dalam aktifitas bisnisnya, seperti pertanian, pariwisata, konstruksi, jasa, dan manufaktur. Bidang yang paling mengalami goncangan adalah bidang manufactur. Perusahaan manufaktur di kedua negara tersebut melakukan aktifitas usahanya terutama menggunakan mata uang Dollar. Berdasarkan akan asumsi ini, kita dapat menarik informasi bahwa pertumbuhan ekonomi kedua negara sangat dipengaruhi oleh kinerja efisiensi dari perusahaan manufakur. Untuk meneliti dampak dari krisis terhadap kinerja ekonomi, maka kita analisis kineja efisiensi dan perusahaan publik di Indonesia dan Malaysia dan hubungannya dengan kondisi makroekonomi. Untuk menemukan jawaban ini, kita mengemukakan beberapa factor yang mempengaruhi kinerja efisiensi dari suatu perusahaan. Faktor yang mempengaruhi tersebut adalah perbedaan prinsip akuntansi, peraturan perpajakan dan hubungan antara prinsip akuntansi yang digunakan untuk pajak dan laporan keuangan, perbedaan pada pembiayaan, operasi, dan kegiatan usaha suatu perusahaan, serta perbedaan pada budaya, bentuk negara, dan lingkungan ekonomi serta politik di tiap negara (Foster, 1986). Student t test digunakan dalam penelitian ini sebagai metode untuk menguji hipotesis apakah ada perbedaan yang signifikan antara profitabilitas indeks antara kedua negara Hasil statistik menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan Indonesia dan Malaysia secara signifikan berbeda. Untuk hasil yang digunakan diketahui bahwa kinerja efisiensi dari perusahaan Indonesia lebih baik dari perusahaan Malaysia. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi makroekonomi kedua negara, kemampuan untuk pulih dari krisis ekonomi ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh kineja efisiensi dari perusahaan yang mencatatkan diri di BEJ dan KLSE.
The financial crisis in Asia over the past years had been severe and difficult to resolve than anyone expected, this consequences for the Asian economy and the people’s welfare. During the monetary crisis all sectors of the economy-experienced substantial fall in their activity, such as agriculture, tourism, construction, manufacturing, trade, and services. The sector that suffering the largest collapse was manufactures. Most Indonesia and Malaysia manufacturer’s trade with the rest of the world is denominated mainly in dollars, Based on this assumption, we may be informed that the economy improvement of both countries may be driven by the efficient performance of manufacturing companies. To trace an impact of the crisis to the economy performance, we studied through the analysis of the efficiency performance of private company of Indonesia and Malaysia counterparts and their relationship with the macroeconomic conditions. To find the answer, the author have had determined factors that influence the efficiency performance of a companies. The factor are differences in the set of accounting principles, differences in taxation rules and in the relationship between the accounting principles used for tax and those used for financial reporting, differences in the financing, operation, and other business arrangements, differences in the cultural, institutional, and the political environment in each country (Foster, 1986) The student t distribution was used as the research methodology formulation. Ths method is used to test the different profitability between two counties company during the years of crisis. The statistical result indicates that profitability of Indonesian Company significantly is different with Malaysian company. In this thesis for selected public companies data, we have a conclusion that Indonesia manufacturing companies have better profitability during economic crisis. This result actually is contradictive with the macroeconomics condition between two countries. The speed of economics recovery between two countries have no relation to the performance of manufacturing public companies Jakarta Stock Exchange and Kuala Lumpur Stock Exchange
Kata Kunci : Manajemen Bisnis, Krisis Ekonomi, Indonesia dan Malaysia