Laporkan Masalah

Income Inequality and Subjective Well-being in Indonesia

ALIYA TUSYA'NI, TOKUMARU Natsuka

2019 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian-penelitian terdahulu tentang ketimpangan pendapatan dan subjective well-being (kesejahteraan subjektif) memperlihatkan hasil yang beragam. Beberapa penelitian menunjukkan adanya efek atau korelasi yang negatif, beberapa lainnya memperlihatkan korelasi yang positif, dan ada pula yang tidak menemukan korelasi yang signifikan. Sebagian besar penelitian-penelitian tersebut dilakukan di negara-negara maju. Oleh karena itu, studi ini dimaksudkan untuk meneliti efek dari ketimpangan pendapatan terhadap subjective well-being di negara berkembang, secara khusus di Indonesia yang memiliki tingkat ketimpangan pendapatan yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Dengan menggunakan data cross-sectional yang diambil dari IFLS (Indonesia Family Life Survey) gelombang 5 dan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2014 serta menggunakan analisis ordered logit regression, penelitian ini menemukan bahwa ketimpangan pendapatan memiliki efek yang positif dan signifikan terhadap subjective well-being pada individu masyarakat di Indonesia. Temuan ini bertentangan dengan sebagian besar temuan penelitian-penelitian sebelumnya, terutama penelitian yang dilakukan di negara-negara maju. Kami berpendapat bahwa adanya efek yang positif ini bisa dijelaskan dengan fakta bahwa Indonesia saat ini masih pada tahap ekonomi berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, sehingga sesuai dengan teori tunnel effect dari Hirschman (1973), ketimpangan pendapatan pada kondisi ini justru bisa berefek positif bagi subjective well-being. Ketimpangan pendapatan yang besar mencerminkan tingginya mobilitas pendapatan di masyarakat, sehingga individu pada tahap ini memiliki harapan yang tinggi akan kesejahteraan materi yang lebih baik di masa depan dan kesempatan yang lebih besar untuk menaiki tangga pendapatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa individu yang berpendapatan rendah (miskin) lebih terpengaruh positif oleh ketimpangan pendapatan dibandingkan individu yang berpendapatan tinggi (kaya). Temuan lainnya adalah bahwa individu yang religus lebih terpengaruh secara positif oleh adanya ketimpangan pendapatan dibandingkan dengan individu yang menyatakan dirinya kurang religius.

Previous studies about income inequality and subjective well-being show mixed results. Some found that the effect could be negative, some found positive, and even some could not find significant correlation. And those studies are mostly use data from Europe and USA which are developed countries compared to most countries in Asia. Thus, we aim to investigate the impact of income inequality on subjective well-being in Indonesia, one of developing countries which has highest income inequality among its East Asian neighbours. Using cross-sectional data from IFLS 5 and Statistic Indonesia (BPS) 2014 and applying ordered logit regression, we found that income inequality has positive and significant correlation with subjective well-being, regardless any control variables applied. This result somehow contradicted with most previous findings especially in developed countries. We argue that the positive effect can be explained by the fact that Indonesia is now at the stage of developing and emerging economy with adequate economic growth, so in accordance with tunnel effect theory by Hirschman (1973), high income inequality could be a positive benefit for individual well-being. High income inequality reflects higher income mobility. Thus, individual at this stage has high hope of having better future welfare and high opportunity to climb income ladder. This study also found that poor group are more affected by income inequality while rich group are more indifferent. Between religious group and non-religious group, the previous one is more positively affected by income inequality.

Kata Kunci : income inequality, subjective well-being, religiosity, ordered logit regression

  1. S2-2019-417101-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417101-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417101-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417101-title.pdf