Laporkan Masalah

PEMETAAN DAN ANALISIS JARINGAN DIVE RESORT UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR DI LINGKUNGAN PESISIR DESA PEMUTERAN, BALI

BENARIFO AHMADA, Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Aktivitas penyelaman menggunakan alat scuba merupakan salah satu kegiatan wisata bahari popular di Pulau Menjangan yang terletak di sisi barat laut Bali. Pulau Menjangan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat, sehingga tidak diperbolehkan adanya aktivitas bisnis penginapan di Pulau Menjangan. Kebijakan tersebut mengakibatkan Desa Pemuteran menjadi pusat bisnis penginapan di Bali bagian barat (Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng). Berdasarkan Cole (2012), kegiatan industri pariwisatadi Bali menghabiskan sekitar 65% ketersediaan air Bali serta Kabupaten Buleleng mengalami kekritisan air pada tahun 2009 dan 2013 (Sunarta dan As-Syakut, 2013). Penelitian ini mencoba untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan air dive resort melalui wawancara atau memeriksa nota pembayaran tagihan pajak air bulanan milik dive resort dan (2) menganalisis strategi atau usaha dari masing-masing dive resort dalam menghemat penggunaan air sehingga dapat menciptakan pariwisata yang berkelanjutan di Pemuteran. Teknik pengumpalan data yang dilakukan yaitu mewawancarai semua dive resort di Pemuteran (sensus). Namun ketika tidak dapat melakukan wawancara terhadap manajer atau pemilik perusahaan tersebut, maka wawancara dilakukan dengan karyawan perusahaan tersebut yang dapat menjelaskan sesuai tema penelitian. Hingga pada akhirnya, penelitian ini menyediakan data untuk mendukung aktifitas konservasi air tanah

Scuba diving activities is one of the popular tourism activities in Menjangan-North West Bali (Doherty et al, 2003). Because of Menjangan is the protected island by West Bali National Park, thus lodging business is forbidden in Menjangan island. The policy drive Pemuteran village to become the central of lodging business in West Bali (Gerokgak-Buleleng regency). Based from Cole (2012), tourism activity using 65% of Bali�s water resources and Buleleng experiencing water crisis on 2009 and 2013 (Sunarda and As-Syakur, 2013). This research trying to(1) describe dive resort�s water demand through interview or investigate the dive resort�s monthly water tax bill and (2) analysis the dive resorts�s strategy or effort to spare the use of water for embody a sustain tourism in Pemuteran. Interview all the dive resort or census the dive resort for ten days is the main effort to collect the data. In any case, interview the manager or the owner of the companies could not be done, thus interview the staff is the only way to collect the data. Eventually, this paper provide the data for support groundwater conservation.

Kata Kunci : Dive resort, Pariwisata, Kebutuhan Air Non Domestik, Krisis Air, Bali, Kabupaten Buleleng, Desa Pemuteran

  1. S1-2019-382305-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382305-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382305-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382305-title.pdf