Konstruksi Berita Konflik Agraria (Analisis Framing SKH Kedaulatan Rakyat Pada Status Kepemilikan Tanah Kraton YogyakartaTahun 2013-2018)
AWENDSA URFATUNNISA, Kuskridho Ambardi, M.A., PH.D
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIPenelitian ini bertujuan guna memahami respon pers lokal terhadap konstruksi berita mengenai konflik agraria yang terjadi di Yogyakarta. Utamanya terhadap permasalahan Sultan Ground dan surat kekancingannya. Guna mencapai tujuan tersebut, penelitian ini melakukan telaah terhadap konstruksi pemberitaan kasus jual beli atau pengalihan hak tanah dalam kepemilikan tanah Sultan dan fungsi surat kekancingan di dalamnya dalam surat kabar harian lokal Kedaulatan Rakyat. Untuk menguak praktik konstruksi tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode analisis framing yang dinilai dapat memberikan hasil yang menarik dengan cara transparan dan komunikatif (McQuail, 2011:125). Fokus dari penelitian ini adalah SKH Kedaulatan Rakyat yang merupakan salah satu media lokal yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Yogyakarta dan massif dalam menyajikan pemberitaan mengenai Sultan Ground (SG). Pengungkapan praktik konstruksi tersebut kemudian terbagi atas dua aspek utama. Pertama, berdasarkan aspek teknis yang melakukan telaah terhadap kelengkapan berita serta pertimbangan pemilihan narasumber. Kedua, berdasarkan aspek subtantif yang berfokus pada pemetaan berbagai bingkai yang terkandung di dalam teks berita. Dengan menggunakan analisis framing Robert Entman yang menerangkan empat elemen framing (define problem, diagnose clause, make moral judgement, treatment recommendation) penelitian ini akan melihat bagaimana kabar harian lokal Kedaulatan Rakyat dalam mengkonstruksi pemberitaan konflik agraria di Yogyakarta. Dalam temuan penelitian ini bisa di telisik sikap apa yang kemudian dimiliki oleh Kedaulatan Rakyat dalam pemberitaan kasus Sultan Ground. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam hal framing berita ini adalah bagaimana media lokal yang besar hendaknya lebih adil dalam menyajikan suatu pemberitaan dan dari segi penulisan usahakan untuk tidak terlalu provokatif. Dalam mengkontruksi berita sebaiknya menampilkan hubungan sebab akibat yang jelas disertai dengan argument yang alasan yang jelas pula dan hendaknya berita dapat memberi masukan yang positif kepada khalayak.
ABSTRACT This study aims to understand the response of the local press to the construction of news about agrarian conflicts that occurred in Yogyakarta. Mainly with the Sultan Ground issue and its conflicting letters. In order to achieve this goal, this study examines the construction of news cases of the sale and purchase or transfer of land rights in the possession of Sultan's land and the function of the letter of confusion in it in the local daily newspaper Kedaulatan Rakyat. To uncover the practice of construction, this study uses framing analysis methods that are considered to be able to provide attractive results in a transparent and communicative way (McQuail, 2011: 125). The focus of this research is SKH Kedaulatan Rakyat which is one of the most widely consumed local media by the people of Yogyakarta and is massive in presenting news about the Sultan Ground (SG). Disclosure of construction practices is then divided into two main aspects. First, based on the technical aspects that examined the completeness of the news and consideration of the selection of sources. Second, based on substantive aspects that focus on mapping the various frames contained in the news text. By using Robert Entman's framing analysis which explains the four elements of framing (define problem, clause diagnosis, make moral judgment, treatment recommendation) this study will look at how the local daily newspaper Kedaulatan Rakyat in constructing the reporting of agrarian conflicts in Yogyakarta. In the findings of this study it can be examined what attitudes are then held by the People's Sovereignty in reporting the Sultan Ground case. The recommendation that can be given in terms of news framing is how large local media should be fairer in presenting news and in terms of writing, try not to be too provocative. In constructing news it is better to show a clear cause and effect relationship accompanied by arguments with clear reasons as well and news should be able to provide positive input to the public. Keywords: Construction, Framing, Frame, Sultan Ground, Letter of Interest, Local Press
Kata Kunci : Konstruksi, Framing, Bingkai, Sultan Ground, Surat Kekancingan, Pers Lokal