Laporkan Masalah

Peran Literasi dan Stigma Gangguan Depresi dan Kecemasan Terhadap Intensi Pencarian Pertolongan Remaja

Rofanny Haznatu Parwa Karunia, Ariana Marastuti, S.Psi., MSW.

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Pencarian pertolongan yang terhambat menyebabkan banyaknya kasus gangguan mental remaja yang belum terdiagnosis dan mendapat perawatan dengan tepat. Tingkat literasi dan stigma terhadap gangguan mental seringkali dianggap sebagai penyebab utama kurangnya intensi dalam mencari pertolongan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan literasi dan stigma gangguan depresi dan kecemasan terhadap intensi pencarian pertolongan remaja. Sebanyak 301 siswa dari 4 Sekolah Menengah Akhir (SMA) di Kabupaten Jepara menjadi partisipan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan open ended questions dengan desain survei lapangan. Hasil menunjukkan bahwa literasi dan stigma gangguan depresi tidak memprediksi intensi pencarian pertolongan remaja. Analisis deskriptif pada literasi remaja dilakukan melalui analisa respon dari open ended questions. Stres merupakan respon terbanyak untuk rekognisi gangguan depresi dan kecemasan. Remaja cenderung melihat sumber bantuan informal sebagai pihak yang dapat membantu sebaya yang memiliki gangguan depresi dan kecemasan. Memberikan dukungan sosial merupakan respon yang umum untuk sikap yang akan dilakukan terhadap sebaya yang memiliki gangguan depresi dan kecemasan. Persepsi stigma publik lebih mungkin terjadi daripada stigma personal.

Barriers to help seeking causing many cases of mental disorders in adolescents that have not been diagnosed and received proper care. The level of literacy and stigma against mental disorders are often considered to be the main causes of intense lack of seeking help in adolescents. This study aimed to examine the role of literacy and stigma of depressive and anxiety disorder on adolescent intention of seeking help. A total of 301 students from high school in Jepara District participated in this study. This research uses quantitative and open-ended questions with a field survei design. The results incicated that literacy and stigma of depressive and anxiety disorder did not predict adolescent intention of seeking help. Descriptive analysis on adolescent literacy is done through open-ended questions responses. Stress is the most frequent response for recognition on depressive and anxiety disorders. Adolescent tend to look at informal sources of help as parties who can help peers who have depression and anxiety disorders. Providing social support was a common response to the attitude towards peers who have depression and anxiety disorder. The perceive of public stigma is more likely to occur than personal stigma. Additional analysis found that there were no differences in intention for seeking help based on sex and type of school.

Kata Kunci : intensi pencarian pertolongan, stigma gangguan mental, literasi depresi, literasi gangguan kecemasan, rekognisi, sumber bantuan

  1. S1-2019-379739-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379739-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379739-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2019-379739-title.pdf