Tembakau dan Politik: Perang Wacana dalam Perdebatan Seputar Pertembakauan di Indonesia
GERRY FAIZ PRATAMA, Dr. Amalinda Savirani, S.I.P., M.A.
2019 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANSetiap tahun, perdebatan soal rokok dan tembakau selalu menjadi isu hangat di Indonesia. Hingga detik ini, pemerintah Indonesia yang selalu mendapat tekanan baik dari kelompok pro pengendalian tembakau dan kelompok pro pelestarian tembakau belum juga mengambil sikap yang tegas dalam menanggapi isu tersebut. Kedua belah pihak ini menggulirkan banyak wacana untuk menggiring opini masyarakat yang diharapkan dapat menekan pemerintah agar menentukan arah kebijakan terkait pertembakauan. Terkait dengan politik, fenomena perang wacana ini penting untuk dibedah lebih jauh karena sejatinya wacana adalah kumpulan narasi kompleks yang disederhanakan. Penyederhanaan ini mendorong masyarakat untuk parsial dan bias dalam memahami dan menyikapi isu terkait pertembakauan. Dengan demikian, wacana sangat erat kaitannya dengan politik karena wacana dapat menentukan bagaimana aktor-aktor yang berkepentingan dapat mengelola kuasanya akan ide atau gagasan kepada publik, yang pada akhirnya berdampak pada langkah pemerintah dalam menentukan kebijakan. Penelitian ini menggunakan teori Discourse yang bertujuan untuk membedah fenomena tersebut se-objektif mungkin agar dapat memahami rasionalitas apa yang ada dibalik perang wacana tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, akan dilihat beragam wacana utama yang ada, narasi apa saja yang digaungkan, apa rasionalitas dari wacana tersebut, dan bagaimana cara aktor yang berkepentingan mendukung wacananya masing-masing. Penelitian ini menghadirkan interpretasi yang berbeda tentang bagaimana perang wacana ini bekerja. Sejatinya, isu-isu yang berkaitan dengan pertembakauan tidak semata-mata persoalan kesehatan atau kebudayaan. Ini adalah tentang perebutan kuasa atas opini masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
Cigarettes and tobacco has always been a hot issues in Indonesia. Up to this moment, the Indonesian government, which has always been pressured by both pro-tobacco groups and pro-tobacco control groups, has not yet adopted any firm political decision on adressing this issue. These two parties rolled out a lot of discourse to lead public opinion which is expected to push the government to determine policies related to the issue. Related to politics, this discourse war phenomenon is important to be explored thorougly because discourse itself is a complex collection of simplified narratives. This simplification encourages people to be partial and biased in understanding and addressing issues related to tobacco. Thus, discourse is related to politics because it can determine how interested actors can manage their power of ideas to public, which in turn has an impact on the government's desicion in policy making. This study uses Marteen Hajer's discourse theory which aims to break down the phenomenon as objectively as possible so that it can understand the rationality behind this war of discourse. To answer this, various main discourses will be seen, what is the rationality of the discourse, and how the actors concerned support their respective discourses. This research presents a different interpretation of it works. In fact, issues related to tobacco are not solely a matter of health or cultural issues. This is about the struggle for power over public opinion through knowledge.
Kata Kunci : wacana, analisis wacana kritis, rokok, tembakau, kebijakan