POLITICAL ECONOMY OF POST-REFORM CORPORATISM: LABOR MARKET INSTITUTIONS OF INDONESIA AND VIETNAM IN COMPARISON
M. ADRIAN GIFARIADI, Dr. Maharani Hapsari
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALAdalah praktik umum untuk mengungkit Vietnam sebagai ancaman bagi sektor manufaktur Indonesia, baik terhadap buruh maupun pemilik modal. Dengan menjanjikan biaya produksi yang lebih rendah lewat angkatan kerja yang murah dan penurut, Hanoi telah berhasil memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang muncul oleh akibat dari kenaikan biaya produksi di Cina dan pindahnya modal asing disana. Di sisi lain, Indonesia kesulitan untuk mengubah rezim pesangon paling ketat di kawasan, dan memperkenalkan daya saing ke angkatan kerjanya yang masih muda dan sedang bertumbuh. Penelitian ini mencoba untuk mengurai pengaturan-pengaturan kelembagaan dan peraturan yang memberikan Vietnam sebuah keuntungan komparatif dalam daya saing pasar tenaga kerja. Secara garis besar, pengaturan, kelembagaan dan peraturan yang menjadi cakupan "institusi-institusi pasar tenaga kerja" merupakan hasil yang bergantung pada sistem politik, serikat, dan tipologi perkembangan kapitalis. Dengan menggunakan sumber primer dan sekunder, penelitian ini melacak perubahan dan kelanjutan, dan mengontraskan persamaan dan perbedaan antara institusi-institusi pasar tenaga kerja Indonesia dan Vietnam dibawah rezim korporatisme negara sebelum dan sesudah krisis finansial Asia
Vietnam has been repeatedly evoked as a threat - the proverbial bogeyman to Indonesian manufacturing and bane to labor and capital alike. Cashing in on the promise of lower wages coupled with a pliant labor force, Hanoi has been capitalizing on the opportunities provided by rising costs in neighboring China and the subsequent capital outflow. Indonesia, on the other hand, struggles to amend the most stringent severance pay regime in the region and inject competitiveness in her young and growing labor force. This study attempts to discern institutional arrangements and rules that confers Vietnam a comparative advantage in labor market competitiveness. As a whole, arrangements, institutions and rules comprising labor market institutions proper are path-dependent outcomes contingent to political systems, organized labor, and typology of capitalist development, among others. Utilizing primary and secondary sources, this study tracks continuity and change and contrasts parallels and divergences between Indonesian and Vietnamese labor market institutions under state corporatism before and after the Asian Financial Crisis.
Kata Kunci : Corporatism, Indonesia, Vietnam, Labor Market Institutions, Market Reform, Minimum Wage, Severance Pay