GERAKAN MAINSTREAMING ASI EKSKLUSIF (Studi pada Sanggar ASI Indonesia)
IKHLASSARI PALUPI, Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPermasalahan ASI dan Ibu menyusui masih menjadi perhatian penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pemberian ASI. Saat ini muncul gerakan sosial dalam bentuk organisasi yang mendukung pemberian ASI Ekskusif. Salah satu organisasi sosial yang fokus pada isu ASI dan standar emas nutrisi bayi adalah Sanggar ASI Indonesia. Sanggar ASI Indonesia berkomitmen terhadap kode etik WHO tentang pemberian ASI dan menolak segala bentuk kerjasama dari negative list WHO, salah satunya pemberian susu formula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pendekatan deskriptif yang mengungkapkan pengalaman menarik Pendiri dalam membangun dan mengelola Sanggar ASI Indonesia serta kegiatan sosial untuk memberikan edukASI pada ibu menyusui. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Pendiri Sanggar ASI Indonesia merupakan informan kunci dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data, mendeskripsikan, dan data disajikan dalam bentuk narasi cerita beserta grafik, dan gambar, lalu kesimpulan. Hasilnya berdasarkan cakupan dan tujuan kegiatan serta layanan sosial, Sanggar ASI masuk dalam tipe gerakan sosial alternatif menurut konsep gerakan sosial David F Aberle. Gerakan mainstreaming ASI Eksklusif oleh Sanggar ASI Indonesia dilakukan melalui kegiatan sosial secara langsung dan pemanfaatan media sosial untuk menjaring masyarakat secara lebih luas.
The issue of breastfeeding and breastfeeder still becomes the concern of society. The support from family and environment is one of factor determining the success of breastfeeding. Nowadays, many movements from society in a form of an organization support exclusive breastfeeding. One of social organization that concerns with this breastfeeding issue and golden standarization of baby's nutrition is Sanggar ASI Indonesia (Indonesian Breastfeeding Association). Sanggar ASI Indonesia commits with ethics code of WHO about breastfeeding and refuses all kinds of cooperation from negative list of WHO, one of them is feeding formula milk. This research used qualitative method with descriptive approach by exposing interesting experience of the initiator of the Sanggar ASI Indonesia in building and managing Sanggar ASI Indonesia and other social activities to educate mothers about breastfeeding. In order to collecting data, the researcher did observation, interview, and document investigation. The Initiator of Sanggar ASI Indonesia was the key informant in this research. To analys the data, the researcher collected the data, described and provided the data in a form of narration, completing with graphics and pictures, then made the conclusion. Based on the scope and the purpose of activities and social service, it resulted that Sanggar ASI Indonesia belonged to the type of alternative social movementof David F. Aberle's concept of social movement. Sanggar ASI Indonesia's mainstreaming movement of exclusive breastfeeding was done through direct social activities and utilization of social media to embrace larger society.
Kata Kunci : Gerakan Sosial, Organisasi, mainstreaming ASI, Ibu Menyusui/ Social movements, Organization, Breastfeeding mainstreaming, Breastfeeder