Laporkan Masalah

HUBUNGAN PEMANFAATAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIV-AIDS

EKA INDRAWATI, dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H.,M.Kes

2019 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Latar Belakang: Mayoritas penderita HIV-AIDS berada pada usia 20-29 tahun, yang berarti sejak usia remaja penderita telah terinfeksi virus HIV. Banyaknya penderita pada usia remaja disebabkan oleh tingkat pengetahuan dan sikap yang rendah terhadap HIV-AIDS. Padahal pemerintah melalui BKKBN telah melaksanakan program kesehatan reproduksi bernama PIK-R yang seharusnya mampu meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS. Sehingga dapat mengurangi kejadian HIV-AIDS. Tujuan Penelitian: Mengukur hubungan pemanfaatan PIK-R dengan tingkat pengetahuan dan sikap tentang HIV-AIDS. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 126 siswa SMA kelas XI. Sebanyak 109 siswa memenuhui kriteria penelitian. Variabel yang diteliti adalah pemanfaatan PIK-R, pengetahuan tentang HIV-AIDS dan sikap tentang HIV-AIDS. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan total sampling. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan mayoritas remaja kurang memanfaatkan PIK-R (45,9%), tingkat pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS pada kategori cukup (51,4%), dan remaja memiliki sikap positif tentang HIV-AIDS (73,4%). Ada hubungan yang bermakna antara pemanfaatan PIK-R dengan tingkat pengetahuan tentang HIV-AIDS (p=0,003) dan pemanfaatan PIK-R dengan sikap tentang HIV-AIDS (p=0,011). Kesimpulan: Pemanfaatan PIK-R berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan sikap tentang HIV-AIDS.

Background: The majority of people with HIV-AIDS at the age of 20-29 years old, which mean that since adolescence sufferers have been infected the HIV virus. The high number of sufferers in their teens is due to their low level of knowlege and attitudes of HIV-AIDS. The goverment throught BKKBN has implemented reproductive health services program called PIK-R which should be able to increase the level of knowledge and attititude of adolescents about HIV-AIDS. So it can reduce the incidence of HIV-AIDS. Objective: To measure the correlation between utilization of PIK-R with knowledge and attitude of HIV-AIDS. Methods: The kind of research was non experimental by using cross sectional research plan. The sample of the research are 126 students among XI of SMAN 1 Cangkringan. 109 students did fullfill the reseach criteria. The variable are utilization to PIK-R, knowledge of HIV-AIDS and attitude of HIV-AIDS Technique of collecting data is total sampling. Analizing the data is by using univariat and bivariat analysis. Bivariat analysis uses chi square test. Results: The result analysis showed the utilization of PIK-R in low category (45,9%), Adolescents have the knowledge of HIV-AIDS in medium category (51,4%), adolescents have the positive attitude to HIV-AIDS (73,4%), there is significant correlation between the utilization of PIK-R with the knowledge of HIV-AIDS (p= 0,003) and the utilization of PIK-R with attitude of HIV-AIDS (p=0,011). Conclusion: The utilization of PIK-R correlate to the knowledge and attitude of HIV-AIDS.

Kata Kunci : pemanfaatan PIK-R, pengetahuan, sikap, HIV-AIDS, remaja

  1. D4-2019-384727-abstract.pdf  
  2. D4-2019-384727-bibliography.pdf  
  3. D4-2019-384727-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2019-384727-title.pdf