Hubungan Stigma Diri dan Intensi Mencari Bantuan pada Individu dengan Kecenderungan Depresi
ATIKAH NURUL LUTHFIAH, Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIDepresi merupakan gangguan psikologis dengan prevalensi tertinggi di dunia. Namun, fakta tersebut tidak diikuti dengan intensi mencari bantuan yang tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan intensi mencari bantuan adalah stigma diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan stigma diri dan intensi mencari bantuan pada individu dengan kecenderungan depresi. 557 Warga Negara Indonesia Indonesia yang berusia di atas 17 tahun mengisi skala Self-Stigma of Mental Illness Short Form (SSMIS-SF), Help-Seeking Intentions Scale (HSIS), dan Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9). Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif korelasi Pearson dan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (R=-0,171, p<0,01). Hasil regresi linear sederhana menyatakan bahwa stigma diri memiliki peran sebesar 2,9% terhadap intensi mencari bantuan (R2=0,029). Analisis tambahan tidak memperlihatkan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan terakhir partisipan. Penelitian lebih lanjut serta intervensi yang berfokus pada stigma diri dibutuhkan sebagai upaya untuk meningkatkan angka pencarian bantuan.
Depression is a common mental health problem with the highest prevalence in the world. However, this fact is not followed by the high intention to seek help. One factor that determines help-seeking intentions (HSI) is self-stigma. The study aims to find the relationship between self-stigma and HSI in individuals with depressive tendencies. 557 Indonesians who are above 17 years conveniently sampled and completed The Self-Stigma of Mental Illness Scale Short Form (SSMIS-SF), Help-Seeking Intention Scale (HSIS), and PHQ-9. Pearson Correlation method is used to analyze the data already collected. Research found that there is a significant relationship between the variables (R=-0,171, p<0,01). Simple regression analysis indicate that self-stigma influences HSI with a score variation of 2,9% (R2=0,029). Additional analysis showed no differences based on biological sex and the participants' last education. Further research is needed and interventions that specifically focused on self-stigma is also required to increase help-seeking rate.
Kata Kunci : stigma diri, intensi mencari bantuan, depresi