GAMBARAN PERKEMBANGAN ANAK STUNTING USIA 12 SAMPAI DENGAN 24 BULAN (BADUTA) DI KECAMATAN KALIBAWANG, KABUPATEN KULONPROGOJU
NURUL HUDA DYAH H, Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom;Dr. Fitri Haryanti, S.Ko., M.Kes
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Seribu hari pertama kehidupan anak dimulai ketika masa konsepsi hingga berusia dua tahun. Pada usia ini, jaringan sel pada otak mulai berkembang dengan pesat sehingga tahapan ini sering disebut dengan golden age. Masalah yang sering timbul pada anak usia ini adalah kekurangan gizi khususnya stunting. Kurangnya asupan gizi pada anak dapat menyebabkan terhambatnyaperkembangan fisik dan mental anak. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurangnya stimulasi serta pelayanan kesehatan yang kurang memadai. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan kepada kader terkait pola pengasuhan anak yang benar dan tepat dengan memberdayakan keluarga. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran perkembangan baduta stunting setelah dilakukan pendampingan keluarga oleh kader. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian berjumlah 52 orang pengasuh anak baduta yang pernah dilakukan pendampingan oleh kader posyandu di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan September 2018. Pengambilan data menggunakan Capute Scale (Cognitive Adaptive Test/Clinical Linguistic Auditory Milestone Scale CAT/CLAMS). Analisis data secara univariat antara lain perkembangan bahasa dan motorik anak beserta karakteristiknya seperti usia yang merupakan data numerik dihitung mean, standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimumnya. Hasil: Semua atau 100% anak baduta memiliki perkembangan bahasa dan motorik yang normal. Kesimpulan: Perkembangan bahasa dan motorik anak baduta yang pengasuhnya pernah memperoleh pendampingan kader adalah normal atau tidak mengalami keterlambatan perkembangan.
Background: A child's first thousand days of life starts from conception and up to the second birthday of the child. The brain has developed rapidly so that this stage is often called the golden age. The biggest problem in this age of development is malnutrition, especially stunting. Malnutrition that occur at 1,000 days of life can inhibit child's physical and mental development. This is caused by many factors such as inadequate nutritional intake, lack of stimulation and inadequate health services. A solution that can be done is to conduct training to cadres related to the effective parenting patterns by empowering the families. Objective: To investigate the development of children under two years whose caregivers obtained effective parenting accompanied by cadres. Method: This was a retrospective study with a descriptive approach. Sample study consisted of 52 children under five years whose caregivers obtained effective parenting accompanied by cadres in Kalibawang District, Kulon Progo. The study was conducted from May to June 2019. Data collection using the Capute Scale (Cognitive Adaptive Test/Clinical Linguistic Auditory Milestone Scale CAT/CLAMS). Univariate data analysis includes children under five years social emotional development along with its aspects and characteristics such as age which are numerical data calculated by mean, standard deviation, minimum value and maximum value. Result: All or 100% of children under five years have normal language and motor development. Conclusion: Language and motor development of children under two years who caregivers have accompanied by cadres are normal or do not experience developmental delays.
Kata Kunci : Baduta, Stunting, Perkembangan Anak/Toddler, Stunting, Child Development