Politik Pendanaan Asing Terhadap Madrasah di Pakistan
Dhea Puspa Wardini, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSkripsi ini membahas politisasi pendanaan asing terhadap madrasah-madrasah yang ada di Pakistan. Peristiwa 9/11 menjadi titik awal dimana diskursus mengenai peranan madrasah dalam memproduksi ideologi Islam radikal dan terorisme mulai muncul. Pakistan sebagai negara dengan sejarah politisasi agama di masa perang dingin menjadi negara yang dianggap relevan dengan kasus radikalisasi. Di saat yang sama Arab Saudi bertahan sebagai negara pendonor dominan di Pakistan, terlepas dari tekanan yang datang dari dunia internasional. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya kerap berfokus pada analisis mengenai radikalisme yang terkandung dalam madrasah dan didistribusikan oleh pendonor, tanpa memahami latar belakang pendonor yang bersangkutan. Padahal analisis terhadap motif dan latar belakang yang mendorong pendonor untuk beraksi menjadi kunci dari pemahaman terhadap dinamika pendanaan-madrasah-radikalisme. Oleh karena itu penulis berupaya untuk mengisi bagian kosong dari kajian akademik mengenai topik tersebut. Skripsi ini menggunakan teori konstruktivisme sebagai landasan dan memandang pendanaan asing sebagai sebuah kebijakan luar negeri. Terdapat empat poin utama dalam analisis konstruktivisme terhadap kasus Arab Saudi dan madrasah Pakistan yaitu fakta sosial, struktur ideasional, identitas, dan aktor dominan. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan data-data sekunder yang tersedia di buku, jurnal akademis, website resmi, laporan, maupun artikel online. Meskipun data-data yang ada sangat terbatas, namun penulis berharap karya tulis ini dapat menjadi referensi dalam studi hubungan internasional maupun tuntunan dalam merumuskan kebijakan terhadap pendidikan religius dan perang terhadap terorisme di masa mendatang.
This thesis discussed politicization of foreign funding for madrassas in Pakistan. The 9/11 incident was the starting point where discourses regarding madrassa�s role in producing radical Islam ideology and terrorism began to arise. Pakistan as a country with the history of religion politicization in the cold war era became the country regarded as relevant to the case of radicalization. Meanwhile Saudi Arabia withstand its role as the dominant donor country in Pakistan, even though there was pressure coming from the international world. Researches that have already been conducted previously to this thesis often focused on the analysis of radicalism in madrassa in which distributed by donors, without understanding the background of donors themselves. While in the other hand the analysis on motive and background of the donors whcih drove them to act is the key to understand the dynamics of funding-madrassa-radicalism. Therefore the writer made serious efforts to fill the blank part of academic studies involving the topic. This thesis utilized the theory of constructivism as framework and considered foreign funding as a foreign policy. There were four major points in constructivism analysis on the case of Saudi Arabia and Pakistani madrassa, those were social facts, ideational structure, identity, and dominant actor. The research was conducted within qualitative method by accumulating secondary datas provided in books, academic journals, official websites, reports, and online articles. Though there was a very limited datas, the writer hoped this writing could be a reference within the study of international relations or guidance in formulating policy of religious education and war on terrorism in the future.
Kata Kunci : Madrasah, Pakistan, Arab Saudi, Dana Asing, Politik Bantuan Asing