Penerimaan orang tua dengan anak tuna daksa
ULIN NIKMAH , Nida Ul Hasanat, Dr., M.Si., Psikolog
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIData menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia berada dalam kategori tinggi. Data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa penyandang difabilitas di Indonesia lebih kurang 4,2 juta jiwa dan 1,5 juta jiwa di antaranya merupakan anak usia sekolah. Orangtua mengalami kesedihan yang disertai perasaan tertekan, keputusasaan, ketidak stabilan emosi, dan kegelisahan ketika merawat anak dengan kondisi tuna daksa. Peristiwa yang menekan saat merawat anak dengan kondisi tuna daksa. Peristiwa-peristiwa ini muncul ketika menerima vonis tentang kondisi keterbatasan fisik anak, rangkaian perawatan yang harus dijalani, dan keterbatasan fisik anak. Pada faktanya terdapat orangtua yang mampu untuk menerima kondisi anak dengan tuna daksa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerimaan orangtua dengan anak tuna daksa. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung terhadap dua orang ibu yang memiliki anak tuna daksa usia sekolah dan delapan orang informan tahu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa orangtua dengan anak penyandang tuna daksa menunjukkan penerimaannya melalui fase-fase penerimaan dengan merawat anak dalam berbagai kondisi, harapan positif untuk masa kini dan masa depan anak, dan menemukan makna hidup sebagai orangtua dengan anak tuna daksa. Karakteristik penerimaan yang ditunjukkan orangtua yaitu menghindari pengabaian terhadap kondisi anak, respon yang cepat dan sensitif dalam menanggapi kondisi anak, perawatan secara fisik dalam berbagai kondisi, pendefinisian keadaan anak secara positif, pandangan realistik tentang kemampuan anak, menghargai kemajuan yang ditunjukkan anak. Faktor yang memengaruhi penerimaan orangtua terhadap kondisi anak yaitu dukungan sosial yang berasal dari keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Orangtua memperoleh dukungan sosial berupa dukungan informasi, dukungan berwujud, dukungan penghargaan, dukungan emosi, dukungan pendampingan, dan dukungan jaringan.
Data shows that the number of persons with disabilities was in high category. Ministry of women's empowerment and child protection shows that people with disabilities in Indonesia are around 4.2 million and 1,5 million of them are children. Parents of children with physical disabilities experienced sadness, depression, hopelessness, emotional instability, and anxiety when caring for their child.Parent feel a big preasure when caring for a child with a disability condition. The pressure occurred when they received a verdict about their child physical condition, all of treatment that must be followed, and the physical limitations of the child. In fact there are parents who are able to accept the condition of children with disabilities. This study aims to explain the acceptance of parents with disabled children. Data was collected by direct interviews with two mothers who have disabled children in school age and five informants. The results of the study showed that parents with disabled children showed their acceptance through the long phases by caring for children in various conditions, positive hopes for the present and future of their child, and finding meaning of life as parents with disabled children. The characteristics of acceptance shown by parents were avoiding neglect of the child's condition, rapid response, physical care, defining the child's condition positively, a realistic view of the child's ability, and respecting the child's progress. factors that can influence the acceptance of parents came from family, health care, local government, and community of parents with disabled children. Parents received social support such as information, tangible support, appreciation support, emotional support, assistance, and network support.
Kata Kunci : Penerimaan, orangtua, anak tuna daksa