Analisis Gender pada Program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan oleh LMDH Lancar Jaya, RPH Pandantoyo, BKPH Pare, KPH Kediri
Maulia Handayani, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P.
2019 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan mengetahui: 1) pembagian peran gender pada program pemanfaatan lahan di bawah tegakan; 2) profil akses, kontrol, dan pola pengambilan keputusan; serta 3) faktor apa saja yang mempengaruhi adanya diferensiasi gender. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan banyaknya sampel menggunakan rumus slovin, diperoleh 65 KK. Penetapan jumlah responden pada petak menggunakan proportional sampling. Pemilihan responden pada setiap anak petak dilakukan secara purposive. Informasi yang diperoleh berupa pembagian kerja dalam aktivitas produktif, reproduktif, sosial kemasyarakatan, profil akses dan kontrol terhadap sumberdaya, serta pola pengambilan keputusan. Data kelembagaan, sosial, dan budaya masyarakat diperoleh dari sepuluh informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan Harvard Analytical Framework. Analisis statistik menggunakan uji independent sample t-test, apabila terdapat faktor yang berpengauh maka dilakukan uji binary regression. Hasil penelitian diperoleh aktivitas produktif pengelolaan lahan andil tanaman kehutanan dan tanaman pertanian didominasi oleh laki-laki sebesar masing-masing 95% dan 89%. Perempuan dominan pada aktivitas reproduktif yaitu sebanyak 77%. Aktivitas sosial kemasyarakatan berupa pengaturan masyarakat dan politik kemasyarakatan didominasi oleh laki-laki masing-masing sebesar 94% dan 72%. Profil akses dan kontrol baik laki-laki maupun perempuan memiliki peran yang setara. Pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga didominasi oleh perempuan, sedangkan pola pengambilan keputusan dalam LMDH didominasi oleh laki-laki. Faktor yang mempengaruhi diferensiasi gender adalah jenis kelamin, sedangkan faktor umur, pekerjaan, pendidikan, luas lahan andil, pendapatan, dan jumlah tanggungan keluarga tidak menyebabkan diferensiasi gender.
The objective study was to find out: (1) the gender division in the land use program under the stand; (2) the profile of access, control, and decision making pattern; and (3) factors that affects the gender differentiation. This study uses survey method. The determination of number of samples using Slovin formula and found 65 family household. The determination of number of respondent in a plot using proportional sampling. The selection of respondents in each plot was done purposively. The informations are about division of gender role in the profile activity, access, control, and decision making pattern. Acquisition of data institutional, social, and cultural community are from ten informants using purposive sampling. Data was collected using observation, interview, and study documentation. Data analysis using Harvard Analytical Framework. Statistical analysis using independent sample t-test, if there are influential factors, the binary regression test needs to be done. The results found that productive activities in the management of forestry plants and agricultural plants were dominated by men in the amount of 95% and 89%, respectively. The women were dominated 77% in reproductive activity. Community social activities in the form of community regulation and sosial politic were dominated by men as much 94% and 72%, respectively. The access profile and control of both men and women have an equal role. The pattern of decisions making in households were dominated by women, meanwhile the decisions making in LMDH were dominated by men. Factor that affected gender differentiation is gender while age, occupation, total land area, and number of family did not affect gender differentiation.
Kata Kunci : Analisis gender, pemanfaatan lahan di bawah tegakan, diferensiasi gender/gender analysis, land use under the stand, gender differentiation