PERBEDAAN PERSEPSI WISATAWAN PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI MANCANEGARA TERHADAP KESELAMATAN DAN KEAMANAN WISATA DI KOTA YOGYAKARTA
JUNANTO, Dr. Wiwik Sushartami, M.A.
2019 | Skripsi | S1 PARIWISATAPenelitian terkait keselamatan dan keamanan wisata penting untuk dilakukan di Kota Yogyakarta karena persepsi keselamatan dan keamanan yang buruk dapat menjadi penghambat peningkatan jumlah turis ke Kota Yogyakarta. Di sisi lain, faktor gender juga sering menjadi perdebatan dalam kajian keselamatan dan keamanan wisata di antara para ahli sehingga sangat menarik untuk diteliti. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana perbedaan persepsi wisatawan perempuan dan laki-laki mancanegara terhadap keselamatan dan keamanan wisata di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan sebanyak 102 wisatawan mancanegara telah disurvey untuk diketahui persepsinya terhadap keselamatan dan keamanan wisata. Metode Quota Sampling digunakan untuk mendapat proporsi yang seimbang antara responden laki-laki dan perempuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara mempersepsikan keselamatan dan keamanan wisata sebagai Aman. Namun dari empat dimensi yang telah diteliti, dimensi yang membahas terkait keamanan lalu lintas dipersepsikan wisatawan mancanegara sebagai Tidak Aman. Dari sudut pandang gender, data mengungkapkan bahwa wisatawan laki-laki mancanegara lebih banyak berpersepsi Kota Yogyakarta sebagai destinasi yang aman dibandingkan wisatawan perempuan mancanegara.
Tourism safety and security is one of the most important aspects in the tourism industry. Bad perception of tourism safety and security could greatly hinder the growth of tourists in a city. Gender, which is a topic highly related to tourism safety and security, has often been debated among researchers hence is a very intriguing issue to examine further. Therefore, research that analyses the safety and security of Yogyakarta city from the perspective of gender is extremely valuable and important. This research uses quantitative descriptive method with a total of 102 respondents to figure out their perception toward tourism safety and security in Yogyakarta City. Quota Sampling method is used to obtain a balanced proportion of male and female respondents in this research. Result shows that foreign tourists perceive Yogyakarta City as Safe in tourism safety and security. However, out of four dimensions that are used in this research, one dimension that discusses traffic safety in Yogyakarta has been perceived as Unsafe by foreign tourists. From gender perspective, data shows that male foreign tourists perceived Yogyakarta as a safer tourist destination than female foreign tourists.
Kata Kunci : Keselamatan dan Keamanan Wisata, Gender, Kota Yogyakarta