Laporkan Masalah

SENSITIVITAS GENDER PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KABUPATEN BANTUL, D.I.YOGYAKARTA

DWI RAHMAWATI, Agustina Kustulasari S.Pd, M.A.

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Kebijakan maupun program berwawasan gender sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya dalam Program Keluarga Berencana. Program Keluarga Berencana adalah program pemerintah untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia. Salah satu indikator untuk mengukur tingkat sensitivitas gender adalah partisipasi. Sedangkan di Indonesia partisipasi sebagai akseptor dalam Program Keluarga Berencana masih timpang, yakni keikutsertaan wanita dalam program KB masih jauh lebih banyak dari pada pria. Pada tahun 2017, Kabupaten Bantul menduduki peringkat pertama jumlah peserta aktif Program Keluarga Berencana hampir di semua jenis metode kontrasepsi. Maka dari itu penelitian ini akan mencari tahu bagaimana tingkat sensitivitas gender Pasangan Usia Subur (PUS) dalam pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Bantul, Provinsi D. I. Yogyakarta dengan menggunakan tiga indikator, yaitu:1) partisipasi; 2) kontrol; dan 3) kesadaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik penggumpulan data menggunakan kuesioner kepada 100 orang responden yang merupakan Pasangan Usia Subur (PUS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sensitivitas gender di Kabupaten Bantul berdasarkan indikator partisipasi masih rendah, sementara untuk indikator kontrol dan kesadaran sudah tinggi.

Gender equality programs and policies are being intensely implemented by the government,one of which is a family planning program. The Family Planning Program is a government program to resolve population issues in Indonesia. One of the many indicators for measuring the level of gender sensitivity is participation. Whereas in Indonesia participation as acceptors in the Family Planning Program is still unequal. Women's participation in family planning programs is still more than men's participation. In 2017, Bantul Regency was ranked first in the number of active participants in the Family Planning Program in almost all types of contraceptive devices or methods. So this study will find out how the level of gender sensitivity of the Fertile Age Couples (FAC) in the implementation of the Family Planning Program in Bantul Regency, Province D. I. Yogyakarta by using three indicators, including: 1) participation; 2) control; and 3) awareness. Type of this research is quantitative, the techniques of data collection using questionnaires to 100 respondents who are Fertile Age Couples (FCA). The results of this study indicate that gender sensitivity in Bantul Regency based on indicators of participation is still low, while for indicators of control and awareness are high.

Kata Kunci : Keluarga Berencana, Sensitivitas Gender, Partisipasi pria

  1. S1-2019-384091-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384091-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384091-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384091-title.pdf