Laporkan Masalah

KOMPOSISI VEGETASI PADA DUA TIPE KERUSAKAN LAHAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

MOHAMAD ZAINUSIFA , Ir.Dwi Tyaningsih Adriyanti, Dr., M.P. ; Ir. Handojo Hadi Nurjanto, Dr., M.Agr.Sc.

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif di dunia, erupsi Merapi terjadi secara periodik hal ini berarti kawasan ini secara periodik akan mengalami kerusakan. Bencana erupsi menimbulkan kematian dan kerusakan vegetasi yang ada. Pada erupsi tahun 2010 menutupi wilayah Taman Nasional dengan ketebalan yang bervariasi. Data menunjukkan kerusakan seluas 2.416,8 Ha dengan kerusakan di Kecamatan Srumbung-Dukun, Magelang 500 Ha; dan Kecamatan Turi-Cangkringan-Pakem, Sleman 924,3 Ha. Lokasi yang mewakili tipe-tipe kerusakan yang terjadi, yaitu kerusakan tinggi (Resort Srumbung), kerusakan sedang (Resort Cangkringan). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil plot penelitian di lahan dengan tingkat kerusakan sedang dan tinggi dengan metode nested sampling. Plot yang diteliti berada pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Resort Wilayah Srumbung dan Resort Wilayah Cangkringan. Variabel yang diukur berupa spesies pohon, jumlah individu, tinggi total, diameter, tinggi batang bebas cabang, dan koordinat spesies. Hasil penelitian komposisi vegetasi pada dua tipe kerusakan lahan di Taman Nasional Gunung Merapi menunjukkan lahan dengan kerusakan sedang tersusun atas 13 jenis dan lahan dengan kerusakan tinggi tersusun atas 3 jenis. Pada lahan dengan kerusakan sedang nilai Indeks Nilai Penting tertinggi tingkat tiang adalah Trema orientalis yaitu 60,264%, sedangkan pada tingkat pohon adalah Albizia lebbekoides yaitu 107,39%. Pada lahan dengan kerusakan tinggi nilai Indeks Nilai Penting tertinggi tingkat tiang dan pohon adalah Trema orientalis dengan nilai 300%. Indeks Keragaman di lahan kerusakan sedang pada tingkat tiang adalah 0.6732 dan pada tingkat pohon adalah 0.7140, sedangkan untuk lahan kerusakan tinggi adalah 0 pada tingkat tiang dan pohon.

Merapi is one of the active volcanos in the world, the eruption of Merapi occurs periodically, this means that the area will be periodically damaged. Eruption disasters cause death and damage to vegetation. In 2010 eruption covered the National Park area with varying thicknesses. Data shows damage of 2,416.8 Ha with damage in Srumbung-Dukun District, Magelang 500 Ha; and Turi-Cangkringan-Pakem District, Sleman 924.3 Ha. Location that represents the types of land damage, high levels damage (Resort Srumbung), moderate damage (Resort Cangkringan). This research was carried out by taking a research plot on land with moderate and high levels of damage using the nested sampling method. The plot that was examined was in Region I National Park Management Section Regional Resort Cangkringan and Regional Resort Srumbung. Variables measured were tree species, number of individuals, total height, diameter, branch-free stem height, and species coordinates. The results of the study of composition vegetation in two types of land damage in Mount Merapi National Park show that the land with moderate damage is being composed of 13 species and land with high damage is composed of 3 species. In land with moderate damage the highest Important Value Index of the poles level is Trema orientalis, with 60,264%, while at the trees level is Albizia lebbekoides with 107,39%. On land with high damage, the highest Important Value Index of poles and trees level is Trema orientalis with 300%. The Diversity Index in land with moderate damage at the poles level is 0.6732 and at the trees level is 0.7140, while for high damage land is 0 at the poles and trees level.

Kata Kunci : Komposisi jenis, kerusakan lahan, Taman Nasional Gunung Merapi. ; species composition, land damage, Mount Merapi National Park.

  1. S1-2019-330477-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-330477-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-330477-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-330477-Title.pdf