PERILAKU PETANI DALAM PENGENDALIAN OPT DENGAN CARA PENYEMPROTAN PESTISIDA KIMIA DI KECAMATAN SANDEN KABUPATEN BANTUL
WIKAN TUTUT WIDAWATI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi,M.Si;Ratih Ineke Wati, S.P.,M.Agr.,Ph.D
2019 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANBawang merah merupakan komoditas utama dalam pertanian. Budidaya bawang merah tidak mudah, banyak kendala yang dihadapi salah satunya gangguan hama. Untuk mengendaliakan hama, petani melakukan penyemprotan pestisida sebagai jalan keluarnya. Penyemprotan petisida harus sesuai dengan Standar Operational Procedure. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Sanden, dengan tujuan :1) mengetahui perilaku petani terhadap pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dengan cara penyemprotan pestisida kimia di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul dan 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dengan cara penyemprotan pestisida kimia di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Responden diambil dari 5 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Ngudi Makmur, Bukti Tani, Malangan, Ngudi Rejeki dan Tani Maju yang berjumlah 60 orang. Sampel dipilih secara simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari sama dengan lima puluh persen petani di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul memiliki perilaku tidak taat aturan ketika penyemprotan pestisida kimia untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dengan cara penyemprotan pestisida kimia adalah motivasi, sikap, peran kelompok, peran penyuluh, dan keaktifan anggota. Semakin tinggi motivasi, maka perilaku petani akan semakin tidak taat aturan. Semakin buruk sikap maka perilaku petani akan semakin tidak taat aturan. Semakin rendah peran kelompok maka perilaku petani akan semakin tidak taat aturan. Semakin tidak aktif anggota maka perilaku petani akan semakin tidak taat aturan dan semakin tinggi peran penyuluh maka perilaku petani akan semakin tidak taat aturan.
Shallots are a major commodity in agriculture. Cultivating shallots are not easy, many obstacles faced, one of them is pest disorder. To control pests, farmers spray pesticides as a solution. Spraying of pesticides must be in accordance with the Procedure Operational Standard (SOP). This research is located in Sanden District, with the following objectives : 1) Determining the behavior of farmers towards controlling plant pest by spraying chemical pesticides in Sanden District, Bantul Regency. 2) Determining the factors that influence the behavior of farmers in controlling plant pest by spraying chemical pesticides in Sanden District, Bantul Regency. The method used in this research is quantitative descriptive method. Respondents were drawn from 5 farmer groups, they are Kelompok Tani Ngudi Makmur, Bukti Tani, Malangan, Ngudi Rejeki and Tani Maju which numbered 60 people. The sample was chosen by simple random sampling. The results showed that less than equal to fifty percent of farmers in Sanden District, Bantul Regency had disobedient behavior when spraying chemical pesticides to control plant pest. Factors that influence the behavior of farmers in controlling plant pest by spraying chemical pesticides are motivation, attitude, group role, instructor role, and member activity. The higher the motivation, the behavior of farmers will increasingly disobey the rules. The worse the attitude, the behavior of farmers will increasingly disobey the rules. The lower the role of the group, the behavior of farmers will increasingly disobey the rules. The less active members are, the behavior of farmers will be more disobedient and the higher the role of extension agents, the behavior of farmers will be more disobedient.
Kata Kunci : bawang merah, perilaku, pestisida, organisme pengganggu tanaman