ANALISIS HUBUNGAN ANTARA STATUS PEKERJAAN INDIVIDU DAN PASANGAN DENGAN POTENSI GEJALA DEPRESI INDIVIDU DI INDONESIA
FA'IZAH NURFITRIA, Eny Sulistyaningrum, Ph.D
2019 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIBerdasarkan teori keunggulan komparatif dan pembagian kerja rumah tangga tradisional, perempuan memiliki tanggung jawab utama pada pekerjaan domestik dan laki-laki pada pekerjaan publik. Di Indonesia, peneliti mengamati bahwa pembagian kerja jenis ini masih dominan. Simone Schaner (2016) menangkap bahwa sejak 1990 hingga 2010, partisipasi kerja perempuan di Indonesia cenderung stagnan. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk menelusuri lebih lanjut mengenai pengaruh status pekerjaan individu dan pasangan terhadap kesehatan mental individu yang menikah. Peneliti menggunakan skor gejala depresi sebagai proxy yang dihitung dengan menggunakan ketentuan CESD-R-10. Peneliti menggunakan sampel perempuan dan laki-laki menikah usia produktif yang diambil dari data IFLS4 dan IFLS5. Data kemudian dianalisis menggunakan Binary Logistic Regression . Hasil penelitian menunjukan bahwa status pekerjaan individu tidak mempengaruhi kesehatan mental perempuan. Akan tetapi, pada laki-laki terdapat pengaruh yang sebaliknya. Sementara itu, bagi perempuan, status pekerjaan pasangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mentalnya. Sedangkan pada laki-laki, pengaruhnya tidak signifikan.
The theory of comparative advantage explains that women's main role is in the domestic sphere and men's main role is in the public sphere. Based on my observation, this gender-role distinction is still dominant in Indonesia. Simone Schaner (2016) found there is a stagnant trend in Indonesia female labor force participation between 1990-2010. So, I examined the effect of adult's and her/his spouse's employment status on her/his mental health. Mental health was defined as adult's probability of experiencing depressive symptoms. This research used CESD-R-10 for calculating total score of depressive symptoms. Data of married men and married women was collected from IFLS4 and IFLS5 and was analyzed using Binary Logistic Regression. This research found that there is no effect of married women's employment status on her mental health. Adult's employment status is only significant for men's mental health. Moreover, this research showed no significant relationship between spouse's employment status and men's mental health. The opposite result was found on women.
Kata Kunci : gejala depresi, kesehatan mental, pembagian kerja, status pekerjaan,soale bar aku klik update td tu malah ke hal pertama. / depressive symptoms, employment status, gender-role distinction, mental health